Pemerintah Memastikan Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia ke Arafah, Lancar

  • 26 Mei 2026 05:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan dari Makkah ke Arafah
  • 2. Keberangkatan jemaah Indonesia ke Arafah dibagi tiga tahapan dan sesuai dengan jadwal
  • 3. Pemerintah meminta jemaah haji Indonesia menjaga kebugaran tubuh untuk puncak ibadah haji

RRI.CO.ID, Jakarta- Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan proses jemaah haji Indonesia ke Arafah dipastikan berjalan lancar. Pemerintah ulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah/25 Mei 2026.

Selanjutnya jemaah haji akan menjalani rangkaian puncak ibadah haji. Jemaah akan berwukuf (berdiam diri) dan mendengarkan khotbah, berdoa , membaca Al-Quran dan instrospeksi diri.

“Hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, dalam keterangan pers, Senin, 25 Mei 2026.

Maria menjelaskan, pergerakan jemaah haji dari hotel di Makkah menuju Arafah, dibagi menjadi tiga tahap. Yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan. Selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” katanya.

Maria mengatakan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) merupakan fase yang penting. Selain itu dibutuhkan kesiapan fisik, mental dan kedisiplinan seluruh jemaah.

Maria meminta jemaah haji menjaga kesehatan selama fase Armuzna karena membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif. Memperbanyak minum air putih dna menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih. Serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

Selain itu, Maria mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk membawa pelindung diri karena cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem. Membawa payung dan memakai alas kaki saat beraktivitas.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” kata Maria.

Ia juga mengingatkan agar jemaah segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan. Tentu tidak memaksakan diri beraktivitas jika merasa kondisi tubuh sedang tidak prima.

“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” katanya menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....