Jemaah Uzur dan Lansia Tak Turun di Muzdalifah

  • 25 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PPIH siapkan layanan khusus bagi jemaah uzur dan lansia saat Armuzna
  • Jemaah uzur tetap wajib wukuf di Arafah agar hajinya sah
  • Skema murur membuat jemaah rentan tidak perlu turun di Muzdalifah

RRI.CO.ID, Makkah – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan khusus bagi jemaah uzur dan lansia saat puncak haji. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga keselamatan jemaah selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Musyrif Diniyah PPIH Arab Saudi, Haris Muslim, mengatakan jemaah berkondisi khusus tetap wajib wukuf di Arafah. Wukuf pada 9 Zulhijah merupakan rukun utama yang menentukan keabsahan ibadah haji.

“Dengan skema apa pun mereka tetap harus berada di Arafah agar hajinya sah,” kata Haris dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026. Ia menegaskan syariat Islam memberi kemudahan bagi jemaah dengan keterbatasan fisik dan kesehatan.

PPIH mengelompokkan lima kategori jemaah yang mendapat layanan khusus selama Armuzna. Mereka meliputi jemaah risiko tinggi, lansia, penyandang disabilitas, jemaah obesitas, serta pendamping jemaah uzur.

Haris menyebut pendamping memiliki peran penting dalam membantu kebutuhan jemaah selama proses ibadah. “Pendamping ini penting karena mereka membutuhkan bantuan selama proses ibadah di Armuzna,” ujarnya.

Salah satu skema yang disiapkan adalah murur saat mabit di Muzdalifah. Dalam skema ini, jemaah uzur tidak perlu turun dari bus ketika melintasi kawasan Muzdalifah.

Bus akan bergerak dari Arafah, melewati Muzdalifah, lalu langsung menuju Mina. Haris mengatakan langkah ini dilakukan untuk menghindari risiko kelelahan dan gangguan kesehatan akibat kepadatan jemaah.

“Kalau mereka turun justru membahayakan kondisi jemaah. Karena itu bus hanya melintas dan langsung menuju Mina,” kata Haris.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, mengatakan skema murur diprioritaskan bagi jemaah zona lima. PPIH juga menyiapkan skema tanazul untuk mengurangi kepadatan jemaah di Mina.

Menurut Ihsan, keselamatan jemaah rentan menjadi pertimbangan utama dalam penerapan murur dan tanazul. “Kita lebih mendahulukan keselamatan, supaya jemaah lansia dan disabilitas tidak capek dan sakit,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....