Wamenag Puji Skenario Rigid Layanan Armuzna oleh Kemenhaj

  • 24 Mei 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamenag Romo Muhammad Syafii mengapresiasi kinerja Kemenhaj dalam operasional haji 2026
  • Persiapan Armuzna dinilai detail, rigid, dan mampu mengurai potensi penumpukan jemaah
  • Kemenhaj menyiapkan tenda beridentitas, logistik RTE, serta pos layanan tambahan

RRI.CO.ID, Makkah – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafii, mengapresiasi kinerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Ia menilai pengelolaan haji tahun ini menjadi lompatan besar bagi jemaah Indonesia.

Romo Syafii menyampaikan apresiasi itu setelah mengikuti rapat kerja di Makkah, Kamis , 21 Mei 2026. Ia mengaku terharu melihat sejumlah terobosan layanan yang disiapkan Kemenhaj.

“Hari ini saya menyaksikan yang spesial dan luar biasa pada kementerian,” ujar Romo Syafii dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Mei 2026. Menurut Romo, persiapan fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna dilakukan sangat matang.

Skenario pergerakan jemaah disusun detail untuk mencegah penumpukan di sejumlah titik layanan. Ia mencontohkan pengaturan keberangkatan dari hotel agar tidak terjadi antrean panjang di area lobi.

Kemenhaj juga memastikan kecukupan tenda dengan identitas kloter hingga rencana berbasis nama jemaah. “Direncanakan bukan cuma kloternya, tapi per tenda ada by name,” kata Romo Syafii.

Romo Syafii juga memuji kesiapan logistik selama Armuzna, termasuk makanan siap santap atau RTE. Pos khusus minuman, makanan ringan, dan kurma turut disiapkan untuk mendukung kebutuhan jemaah.

Selain logistik, ia menilai sinergi Kemenhaj dengan otoritas Arab Saudi di sektor kesehatan semakin kuat. Edukasi kepada jemaah disebut ikut menekan jumlah jemaah yang membutuhkan perawatan medis.

Ia juga menilai skema murur dan tanazul menunjukkan layanan haji dirancang fleksibel, namun tetap tertib. “Kemenhaj benar-benar serius memberikan pelayanan terhadap dhuyufurrahman dari Indonesia,” ujarnya.

Romo Syafii menyebut pemerintah Arab Saudi ikut mengapresiasi manajemen haji Indonesia tahun ini. Apresiasi itu mencakup teknik pelaksanaan, profesionalitas petugas, dan pelayanan kesehatan jemaah yang dinilai mumpuni. (MCH)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....