Kemendag Kawal Ekspor Produk Makanan Siap Saji untuk Jemaah Haji Indonesia
- 23 Mei 2026 10:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendag turut mengawal ekspor hampir 360 ribu porsi makanan siap saji untuk jemaah haji dengan mempercepat proses SKA, uji SFDA, dan bea cukai.
- Langkah ini menjaga pasokan konsumsi jemaah sekaligus mendorong penetrasi produk halal Indonesia di pasar Arab Saudi.
RRI.CO.ID, Riyadh - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menegaskan komitmennya dalam memastikan kelancaran ekspor produk makanan siap saji ke Arab Saudi. Produk-produk ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan jemaah haji 1447 Hijriah.
Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan eksportir serta otoritas terkait di Indonesia dan Arab Saudi. Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menjelaskan Kemendag telah berupaya mengatasi berbagai kendala ekspor pada Jumat, 22 Mei 2026.
Pihaknya membantu PT Halalan Thayyiban Indonesia, khususnya pengiriman hampir 360 ribu porsi makanan ke Tanah Suci. Langkahnya meliputi percepatan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B, mendorong efisiensi pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Melansir pernyataan resminya, Kemendag juga mendorong percepatan proses kepabeanan di Arab Saudi. Zulvri menegaskan, berbagai fasilitasi tersebut bertujuan memastikan distribusi makanan berjalan lancar.
Sehingga, kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tetap terpenuhi selama pelaksanaan ibadah. Produk yang diekspor pun mencakup berbagai menu khas Indonesia.
Di antaranya, nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, hingga rendang dan semur. Seluruh produk telah mengantongi sertifikasi halal serta sertifikat kesehatan dari BPOM.
Kini, produk tersebut tengah melalui proses inspeksi di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Ia menambahkan, kebutuhan makanan siap saji bagi jemaah haji Indonesia setiap tahun sangat besar.
Bahkan, angka ini dapat mencapai sedikitnya satu juta porsi. Kondisi tersebut menuntut kelancaran distribusi serta kepastian pasokan yang berkelanjutan.
Perwakilan PT HATI di Arab Saudi, Arif Billal, mengapresiasi dukungan KBRI Riyadh melalui Atase Perdagangan. Ia menilai upaya tersebut membantu mempercepat proses ekspor, khususnya dalam pengurusan administrasi dan pemenuhan regulasi Arab Saudi.
Menurutnya, percepatan persetujuan hasil uji oleh SFDA serta proses pengeluaran barang oleh otoritas bea cukai sangat penting. Tujuannya agar jemaah haji Indonesia tetap dapat mengonsumsi makanan Tanah Air, sehingga kesehatan dan kenyamanan mereka terjaga.
Arif juga menyebut, saat ini tersedia sekitar 180 jenis makanan siap saji asal Indonesia yang dapat dipasok. Seluruh produk wajib memenuhi standar sertifikasi halal dan kesehatan, serta mempertahankan cita rasa khas Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....