Cegah Jemaah Haji Hilang, Pemerintah Ingatkan Sikap Saling Peduli

  • 23 Mei 2026 08:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Jemaah haji Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok (JKG) kloter 27 ditemukan meninggal usai sebelumnya dinyatakan hilang
  • 2. Pemerintah meminta jemaah dan petugas lebih peduli dengan jemaah lainnya
  • 3.Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mengimbau seluruh jemaah dan petugas untuk meningkatkan kepedulian, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Imbauan disampaikan menyikapi seorang jemaah haji Indonesia wafat setelah sebelumnya dinyatakan hilang.

"Segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat dan pos layanan," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, dalam keterangan pers yang disiarkan dalam tayangan Youtube, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia meminta jemaah atau petugas untuk lebih peka jika mendapati ada jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan. Selanjutnya melapor kepada petugas terdekat.

Hasan menilai kepedulian antarsesama sangat penting untuk mengurangi risiko jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan. Oleh sebab itu, Hasan kembali mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jemaah yang membutuhkan perhatian lebih.

“Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” katanya.

Pemerintah meminta jemaah haji menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan. Hasan menegaskan komitmen petugas haji Indonesia untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci,” ucapnya.

Sebelumnya, jemaah haji Indonesia, Muhammad Firdaus (72) dinyatakan hilang. Berdasarkan rekaman CCTV, jemaah haji asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27, itu berjalan meninggalkan hotel.

Pemerintah mengerahkan tim dan berkoordinasi dengan dengan otoritas Arab Saudi. Tim mendapati titik temu namun Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat," katanya.

Pemerintah menyampaikan duka mendalam atas wafatnya M Firdaus. Selanjutnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” ujarnya.

Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian. Kemudian seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....