Surdi, Mantan Montir Kini Mengawal Jamaah Sebagai Sopir Bus Selawat di Makkah

  • 05 Mei 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Muhammad Surdi mantan montir kini sopir bus haji
  • Telah 15 tahun menjadi mukimin di Arab Saudi
  • Sempat gagal usaha bengkel saat pandemi
  • Pengalaman hidup membawanya kembali ke Arab Saudi hingga bekerja di sektor transportasi haji.
  • Surdi sebelumnya merupakan montir bengkel yang sempat pulang ke Indonesia akibat pandemi Covid-19.

RRI.CO.ID, Makkah - Muhammad Surdi dengan senyuman ikhlasnya kini, melayani jemaah haji Indonesia sebagai sopir bus selawat di Makkah dengan ramah. Kisahnya menarik perhatian karena latar belakangnya sebagai mantan montir bengkel yang kini bekerja di sektor transportasi haji.

Surdi bertugas mengantar jemaah dari Hotel Al-Hidayah Tower menuju Terminal Jabal Ka'bah secara rutin setiap hari. Layanan tersebut menjadi bagian penting mobilitas jemaah dari kawasan Aziziyah dan Jarwal menuju Masjidil Haram.

Surdi merupakan satu dari ratusan sopir bus selawat yang mendukung operasional transportasi jemaah haji Indonesia. Ia mengemudikan bus nomor 15 yang melayani rute penting antara pemondokan jemaah dan titik pemberhentian utama.

Wajahnya selalu tersenyum ketika menyambut jemaah yang naik ke dalam bus di halte pemberangkatan. Ia menunjukkan sikap ramah kepada setiap penumpang yang hendak menuju Masjidil Haram untuk beribadah.

"Sehat Pak?" sapa dia saat kami mau naik bus yang terparkir di halte 1 Hotel Al-Hidayah Tower, dihadapan Reporter RRI, Selasa 5 Mei 2026.

Surdi diketahui berasal dari Lebak, Banten, dan telah lama merantau untuk mencari penghidupan lebih baik. Ia menetap di Arab Saudi sebagai mukimin selama bertahun-tahun sebelum akhirnya bekerja sebagai sopir bus.

Perjalanan hidupnya sempat mengalami perubahan akibat pandemi Covid-19 yang memaksanya kembali ke Indonesia. Di kampung halaman, ia mencoba membuka usaha bengkel motor sebagai sumber penghasilan keluarga.

“Saya buka bengkel dua tahun, tapi modal kecil,” kata Surdi dengan nada datar seraya melempar senyuman.

Ia kemudian memutuskan kembali ke Arab Saudi setelah usaha bengkel yang dijalankannya tidak berkembang signifikan. Keputusan tersebut membawanya mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan transportasi yang melayani jemaah haji Indonesia.

Kini, ia menjalankan tugas sebagai sopir bus selawat yang mengantar jemaah sepanjang waktu operasional. Pekerjaan tersebut ia jalani dengan penuh tanggung jawab sekaligus sebagai bagian dari ibadah selama musim haji berlangsung.

“Alhamdulillah, saya sudah sekitar empat kali haji,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Awalnya ia mengalami kesulitan berkomunikasi menggunakan bahasa Arab ketika pertama kali bekerja di Arab Saudi. Namun, pengalaman dan interaksi sehari-hari membuatnya mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja secara bertahap.

Ia tetap menjalankan tugas dengan semangat meskipun bekerja dalam sistem operasional yang berlangsung sepanjang hari. Kondisi tersebut tidak mengurangi komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah yang diantarnya.

“Alhamdulillah, tidak terasa lelah,” ucapnya singkat.Ia juga telah beradaptasi dengan kondisi cuaca panas ekstrem yang menjadi tantangan di Makkah.

Pengalaman panjang membuatnya terbiasa menghadapi perubahan suhu selama menjalankan aktivitas sehari-hari. "Kadang batuk karena panas, tapi sekarang sudah terbiasa,” kata kang Surdi seraya menutup cerita yang selalu siap mengawal jamaah sebagai supir bus selawat selama jam operasional 24 jam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....