Pemerintah RI Ingatkan Jemaah Haji Indonesia tidak Sembarangan Bayar Dam

  • 02 Mei 2026 19:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pembayaran dam harus melalui Adhani
  • 2. Adhani merupakan program Pemerintah Arab Saudi
  • 3. Kementerian Haji dan Umrah RI bekerja sama dengan Arab Saudi untuk memudajhkan jemaah haji Indonesia membayar dam
  • 4. Pemerintah Arab Saudi akan memberi sanksi tegas pada pembayaran dam diluar ketentuan

RRI.CO.ID, Jakarta- Kementerian Haji dan Umrah RI mengingatkan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci untuk tidak sembarangan membayar dam. Pada pelaksanaan ibadah haji, dam adalah denda yang harus dibayar oleh jemaah haji karena melanggar larangaran atau ketentuan haji.

Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi menerangkan ketentuan pembayaran dam harus melalui Adhahi. Ia mengatakan Adhani adalah program resmi Pemerintah Arab Saudi.

"Bagi jemaah yang akan melaksanakan pembayaran dam di Arab Saudi, harus dilakukan melalui Adhani. Program resmi Pemerintah Arab Saudi," kata Hasan dalam konferensi pers penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M yang disiarkan di YouTube Kemenhaj, Sabtu 2 Mei 2026.

Pembayaran dam tidak boleh dilakukan diluar program Adhani termasuk membeli sendiri hewan untuk dam di pasar hewan. Hasan mengatakan Pemerintah Arab Saudi akan memberi tindakan tegas atas pembayaran dam diluar ketentuan.

"Kami kembali mengingatkan jemaah dilarang melakukan pembayayaran diluar program tersebut termasuk pembelian sendiri ke pasar hewan. Pelanggaran atas ketentuan ini mendapatkan sanksi dari Pemerintah Arab Saudi," kata Hasan menegaskan.

Pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Haji dan Umrah RI bekerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi dalam program Adhani untuk pembayaran dam. Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi membuat fasilitas pembayaran dam sehingga memudahkan bagi jemaah.

Hasan juga menyampaikan mobilitas haji di Madinah dan Makkah mulai meningkat sehingga pihaknya menyampaikan imbauan untuk jemaah haji. Ia meminta jemaah haji tidak membawa berlebihan dan mengatur keberangkatan ke Masjidil Haram, khususnya salat Jumat harus datang lebih awal.

"Kami mengimbau memperbanyak konsumsi air putih, serta segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan. Fokus kami adalah memastikan jemaah terlindungi, ibadah berjalan sesuai ketentuan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....