Percepat Layanan Kesehatan, Kemenhaj Siapkan Klinik Satelit di Tiap Sektor Makkah

  • 27 Apr 2026 01:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan klinik satelit di setiap sektor di Mekah Arab Saudi.
  • Kemenhaj mengatakan setiap sektor akan diperkuat empat hingga lima tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat.

RRI.CO.ID, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan klinik satelit di setiap sektor di Makkah Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan cepat bagi jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan selama musim haji 1447 H/2026 M.

Demikian disampaikan Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, di Mekah, Minggu 26 April 2026. Ia mengatakan setiap sektor akan diperkuat empat hingga lima tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat.

“Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor,” ujar Ihsan.

Ia menjelaskan klinik satelit berfungsi sebagai lokasi pertolongan pertama bagi jemaah yang sakit. Agar tidak perlu langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.

Namun, jika kondisi pasien membutuhkan penanganan lanjutan, jemaah akan segera dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Aziziyah. Maupun langsung ke rumah sakit di Arab Saudi.

Ihsan menambahkan tenaga medis di klinik satelit tersebut berada di luar petugas kesehatan yang sudah melekat pada masing-masing kelompok terbang (kloter). Saat ini, KKHI didukung sekitar 200 tenaga kesehatan yang dibagi untuk wilayah Makkah dan Madinah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyebut penyediaan klinik satelit merupakan respons atas kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan kesehatan. Yakni, satu klinik minimal melayani 5.000 jamaah.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah mendirikan 40 klinik kesehatan di 10 sektor Makkah dan lima klinik di lima sektor Madinah. “Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal,” kata Liliek.

Untuk meningkatkan akurasi medis, petugas kesehatan kloter juga dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit (severity level). Pendekatan ini diharapkan membuat penanganan jamaah sakit menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

Dalam upaya menjaga mutu layanan, Pemerintah Arab Saudi mewajibkan supervisi dari penyedia kesehatan swasta terakreditasi. Layanan kesehatan jamaah haji Indonesia akan diawasi langsung oleh Saudi German Hospital.

Sementara untuk kebutuhan obat-obatan, distribusi dipusatkan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jamaah di hotel masing-masing. Pemerintah berharap langkah ini mampu memastikan ketersediaan obat serta mempercepat respons penanganan kesehatan selama operasional haji berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....