Menhaj Ingatkan Petugas untuk Semangat Layani Jemaah, Bukan Dilayani
- 23 Apr 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Haji dan Umrah tekankan petugas harus melayani, bukan dilayani
- Etika, empati, dan sikap humanis jadi kunci pelayanan jemaah
- Keberhasilan diukur dari manfaat nyata yang dirasakan jemaah
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan petugas haji untuk mengedepankan semangat melayani jemaah, bukan dilayani. Penegasan ini disampaikan saat melepas petugas haji Daerah Kerja Mekkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Gus Irfan menilai tugas petugas haji merupakan amanah besar karena Mekkah menjadi pusat berkumpulnya jemaah dunia. Selain itu, petugas tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab kemanusiaan dan representasi negara.
“Berikan pelayanan terbaik kepada jamaah, bukan mencari kenyamanan pribadi. Petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan dilayani,” ujarnya saat pelepasan
Ia menegaskan setiap tindakan petugas mencerminkan negara sehingga harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Kesalahan kecil dapat berdampak luas dan dinilai sebagai kesalahan negara.
“Setiap tindakan saudara mencerminkan negara. Kesalahan sekecil apapun akan dianggap sebagai kesalahan negara,” ucapnya.
| Baca juga: Trailer Film ‘Coyote vs. Acme’ Resmi Dirilis |
Gus Irfan juga menyoroti pentingnya etika pelayanan kepada jemaah dengan latar belakang beragam. Petugas diminta bersikap ramah, sabar, santun, serta penuh empati dalam setiap situasi pelayanan.
“Jangan sampai ada ucapan atau sikap yang melukai perasaan jemaah. Kita harus peka terhadap kebutuhan mereka meskipun tidak disampaikan,” katanya.
Ia meminta perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Menurutnya, pelayanan terhadap kelompok tersebut menjadi tanggung jawab seluruh petugas, bukan hanya petugas khusus.
“Pelayanan kepada jemaah rentan adalah tanggung jawab bersama. Semua petugas harus hadir memberikan perhatian dan bantuan,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama bertugas di Arab Saudi. Petugas diminta tidak menyalahgunakan kewenangan serta menghindari kepentingan pribadi dalam pelaksanaan tugas.
“Jaga kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab moral. Sesuaikan perilaku dengan situasi di sana dan patuhi aturan yang berlaku,” ucapnya.
Menutup arahannya, ia menegaskan keberhasilan petugas diukur dari manfaat yang dirasakan jemaah. Semakin banyak jemaah terbantu dan terlindungi, semakin baik kinerja petugas haji.
“Ukuran keberhasilan bukan pada ringannya tugas. Tetapi seberapa banyak jemaah merasa terbantu, terlindungi, dan terlayani,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....