Hadapi Suhu Ekstrem, Pusat Kesehatan Haji Fokus Jaga Stamina Jemaah
- 23 Apr 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menekankan pihaknya akan menjaga stamina jemaah sebagai prioritas utama di tengah cuaca ekstrem.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, mengungkapkan fokus utama pelayanan kesehatan pada musim haji 2026. Menurut dia, menjaga stamina jemaah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi merupakan prioritas utama.
Liliek mengatakan kondisi cuaca di Tanah Suci saat ini jauh berbeda dibandingkan di Indonesia. Suhu udara bahkan dapat mencapai 40 hingga 42 derajat Celsius dan berpotensi meningkat saat puncak ibadah haji.
“Strategi yang kita lakukan adalah bagaimana menjaga kesehatan dan kapasitas fisik jemaah,” ujarnya pada perbincangan bersama RRI Pro 3, Kamis, 23 April 2026.
Menurut Liliek, seluruh jemaah yang berangkat harus dikawal agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Khususnya pada saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Karena itu, Liliek menekankan pentingnya pengendalian aktivitas jemaah guna mencegah kelelahan maupun gangguan kesehatan. Dia mengimbau jemaah agar membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu sedang tinggi.
"Kami sarankan aktivitas dilakukan pada malam hari ketika suhu lebih sejuk,” katanya. Selain itu, jemaah diminta untuk tetap menerapkan pola hidup sehat seperti di Tanah Air.
Selain itu, seluruh petugas di luar sektor kesehatan, juga akan dilibatkan. Tujuannya untuk memastikan kondisi jemaah tetap prima menjelang dan selama puncak ibadah haji berlangsung.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Hal itu disertai penguatan sistem rujukan dengan rumah sakit setempat yang buka 24 jam selama musim haji.
Hal itu disampaikan Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, Kamis, 23 April 2026. Menurut dia, ini bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan jamaah, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem.
Enny memastikan tenaga medis selalu tersedia dan siaga untuk menangani berbagai keluhan kesehatan jamaah. KKHI Madinah didukung tim yang terdiri atas dokter umum dan spesialis, perawat, apoteker, tenaga laboratorium, radiografer, hingga ahli sanitasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....