Kemenhaj Pastikan Menu Nusantara dan Gizi Seimbang bagi Jemaah Haji di Madinah
- 21 Apr 2026 18:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenhaj menyiapkan menu bercita rasa Nusantara untuk jemaah haji Indonesia di Madinah mulai 22 April 2026.
- Menu dirancang menghadirkan makanan khas Indonesia sekaligus memenuhi standar gizi seimbang.
- Komposisi makanan telah dikonsultasikan dengan ahli gizi Kementerian Kesehatan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Haji menyiapkan menu bercita rasa Nusantara bagi jemaah haji Indonesia di Madinah. Program ini mulai berlaku saat kedatangan pertama jemaah pada 22 April 2026.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenhaj, Budi Agung Nugroho, menjelaskan konsep penyajian makanan tersebut. Menu dirancang untuk menghadirkan rasa Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi jemaah.
Ia menyebutkan bahwa seluruh menu di Madinah didominasi makanan khas Indonesia yang disiapkan khusus untuk jemaah haji. Pilihan menu mencakup nasi uduk, nasi kuning, telur orak arik, ayam semur, sambal kentang, tumis jamur, paprika.
"Untuk penyiapan menu yang bercita rasa nusantara, terutama untuk Madinah. Kami menyiapkan menu-menu yang 100 persen khas Indonesia," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenhaj, Budi Agung Nugroho, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Selasa, 21 April 2026
“Untuk memastikan cita rasa tersebut sama untuk seluruh dapur, kami menyiapkan macam-macam bumbu pasta. Bumbu pasta itu adalah bumbu yang sudah disiapkan, sudah diracik khusus untuk menu tertentu,” ucapnya.
Selain bumbu, tenaga koki juga menjadi perhatian utama dalam proses penyajian makanan. Setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua chef asal Indonesia.
Chef tersebut juga didampingi empat asisten dari Indonesia untuk memastikan kualitas masakan. Mereka telah mengikuti pelatihan khusus penggunaan bumbu pasta pada akhir Maret 2026.
"Jadi kita punya menu makanan pagi, siang, dan malam, dan itu akan berbeda dalam tujuh hari berturut-turut. Nanti akan Kembali bertemu menu yang sama dihari ke-8,” ujarnya.
Menu pertama yang disajikan saat kedatangan mencakup nasi uduk dan ayam goreng bumbu rajang. Hidangan tersebut dilengkapi kacang teri balado sebagai pelengkap sarapan jemaah.
Dari sisi kesehatan, menu telah dikonsultasikan dengan ahli gizi Kementerian Kesehatan. Komposisi makanan mencakup karbohidrat, protein, sayur, vitamin, dan mineral seimbang.
Kemenhaj juga membuka opsi penyesuaian makanan bagi jemaah lansia atau berkebutuhan khusus. Permintaan khusus, termasuk alergi, dilaporkan melalui ketua rombongan kepada petugas sektor.
Tantangan utama dalam penyediaan makanan ini terletak pada pengadaan bumbu dan bahan baku. Namun, Kemenhaj menyatakan seluruh kebutuhan telah dipersiapkan jauh hari sebelum keberangkatan jemaah. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....