Pesan Wamenhaj saat Lepas Petugas Haji Kloter Pertama ke Arab Saudi

  • 17 Apr 2026 15:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamenhaj lepas 460 petugas haji yang akan bertugas di Madinah.
  • Wamenhaj berpesan, para petugas haji harus fokus bekerja dan meminimalkan flexing.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melepas 460 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Acara pelepasan dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat, 17 April 2026.

Wamenhaj berpesan, para petugas haji harus fokus bekerja dan meminimalkan flexing. Hal ini juga berlaku untuk penggunaan media sosial selama di Tanah Suci.

"Saya berharap, petugas fokus bekerja. Jangan terlalu banyak flexing atau main handphone untuk urusan pribadi yang tidak perlu," kata Dahnil saat memimpil apel.

Dahnil malah meminta para petugas memanfaatkan akun media sosial mereka untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Salah satunya sebagai sarana dakwah atau syiar.

"Kalau untuk tujuan syiar kami sangat mendorong, gunakan media sosial untuk mengedukasi. Memberikan kabar baik dan infomasi yang menenangkan keluarga jemaah di tanah air," ujar Dahnil lebih lanjut.

Ia mengatakan, informasi positif yang datang dari para petugas di lapangan sangat dibutuhkan. Tujuannya untuk mencegah kepanikan dan memberikan rasa aman bagi publik.

"Kabar dari petugas itu penting. Agar keluarga di rumah tidak merasa khawatir," ucapnya.

Imbauan dari Wamenhaj untuk fokus bekerja menjadi sangat penting. Terlebih mengingat beratnya tanggung jawab yang diemban oleh para petugas.

Diketahui, sebanyak 460 petugas gelombang pertama dijadwalkan terbang ke Madinah, Jumat sore ini. Mereka akan bertugas selama 70 hari.

Mereka dituntut untuk memberikan pendampingan ekstra bagi para jemaah. Tahun ini tercatat ada 177 ribu jemaah kategori risiko tinggi (risti) kesehatan dan 55 ribu lulusan SD.

Selain itu juga ada 100 ribu orang yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri. Sehingga diperlukan pendampingan ekstra dari para petugas.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan sesuai jadwal. Awalnya ada kekhawatiran penyelenggaraan ibadah haji dimundurkan karena masih terjadi konflik di Timur Timur.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu, Heni Hamidah mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah. Koordinasi tersebut terkait situasi di Timur Tengah.

"So far haji masih on schedule ya," kata Heni di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis, 16 April 2026. Namun, Heni meminta maskapai penerbangan yang membawa calon jemaah haji untuk tidak melintasi wilayah konflik.

Dia mengatakan, maskapai penerbangan bisa langsung menuju ke Arab Saudi. "Sebelumnya dari kita ada yang langsung ke Jeddah atau Arab Saudi," kata Heni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....