Kutukan Juara Bertahan & Puluhan Tahun Tak Juara Piala Dunia
- 17 Des 2022 13:37 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Final
Piala Dunia Qatar Minggu (18/12/2022) yang mempertemukan Prancis melawan
Argentina dihantui kutukan juara bertahan dan puluhan tahun tak kunjung pernah
menjadi jawara.
Prancis berpredikat sebagai juara bertahan Piala Dunia Rusia 2018 mencoba mengubah catatan sejarah sebagai kontestan yang mampu memenangkan Piala Dunia berturut turut. Dalam 80 tahun terakhir baru Italia yang menjadi juara berturut turut ditahun 1934 dan 1938 disusul Brazil ditahun 1958 dan 1962. Setelahnya juara piala dunia silih berganti
Sementara Argentina
menjadi negara yang selalu diunggulkan setiap pelaksanaan Piala Dunia. Sayangnya
terakhir tim Tango mengangkat tropi ditahun 1986. Waktu yang lama bagi tim
sekaliber Argentina sebagai yang terbaik di daratan bumi sepak bola
Jaidi Kesuma pecinta
sepak bola Kota Pontianak menilai Final Piala Dunia Qatar 2022 ini merupakan
final yang ideal. Namun ia tetap menjagokan Argentina menjadi juara karena
sejak lama bahkan sejak kecil ia merupakan pendukung Argentina
Baginya Argentinya
sekarang bukan lah yang dulu. Permainannya mengandalkan tim secara keseluruhan
berbeda dengan terdahulu yang mengandalkan individu setiap pemain bahkan hanya
mengandalkan 1 atau 2 pemain.
“Dari awal saya selalu
bilang Final Ideal Argentina Prancis, kebetulan tim jagoan saya itu Argentina
sejak kecil tim yang saya tau itu Argentina” ujarnya
Sementara itu Syarif
Abdurahman pelatih sepak bola Kota Pontianak mengaku untuk mempertahankan juara
bukanlah perkerjaan gambang bahkan istilahnya mempertahankan lebih sulit dibanding
mendapatkan termasuk dalam sepak bola
Bang Man sapaan
akrabnya menilai Prancis bukanlah tim sembarangan. Predikat juara bertahan
pasti memacu tim Ayam Jantan untuk bermain maksimal
“Dari materi pemain Prancis
sudah tidak diragukan, predikat juara bertahan pasti memacu seluruh pemain
bermail All Out” katanya
Sebagi penikmat bola laga final ini diyakini Bang Man akan lebih terbuka. Kedua tim menyajikan permainan menyerang. Namun ia memastikan pertandingan akan lebih seru dan menegangkan jika berakhir dengan tendangan adu pinalti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....