Mengenal Olahraga TRX, Melatih Otot dengan Tali Khusus
- 09 Nov 2024 14:04 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung: Olahraga TRX (Total Resistance Exercises) semakin populer di kalangan pecinta kebugaran di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Lampung.
Pelatih TRX Lampung, Romi Indra Setiawan, menjelaskan TRX merupakan metode latihan tubuh yang menggunakan tali khusus yang dipasang pada titik yang stabil, seperti pintu atau tiang, untuk menargetkan berbagai kelompok otot secara bersamaan.
Metode ini tidak hanya cocok untuk orang yang ingin membangun otot, tetapi juga bagi mereka yang baru mulai berolahraga atau bahkan bagi mereka yang tengah dalam masa pemulihan cedera.
Romi menjelaskan TRX pertama kali diciptakan oleh Randy Hetrick, mantan anggota Angkatan Laut Amerika Serikat, yang awalnya merancangnya sebagai alat untuk latihan ketahanan fisik di medan tempur.
Namun, seiring berjalannya waktu, TRX berkembang menjadi metode latihan fungsional yang banyak digemari di seluruh dunia, baik oleh atlet profesional maupun pecinta kebugaran.
Menurut Romi, olahraga ini sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi fisik setiap individu.
"Olahraga TRX sebenarnya adalah suspension training, yang mirip dengan latihan beban, namun menggunakan tali khusus. Bahkan pemula yang terkendala dengan fleksibilitas dapat memulai latihan ini," ujar Romi kepada RRI.co.id Sabtu (9/11/2024).
Romi menyebut salah satu keunggulan utama dari TRX adalah kemampuannya untuk melibatkan hampir seluruh otot tubuh secara bersamaan.
Hampir semua gerakan dalam TRX, kata Romi, melibatkan otot inti seperti core dan abs, yang membuat tubuh lebih kuat, stabil, dan terlatih dengan baik.
"Jika dibandingkan dengan orang yang hanya berlatih beban di gym konvensional, orang yang berlatih TRX biasanya memiliki kekuatan otot inti yang lebih baik. Ini menjadikan TRX sebagai latihan yang tidak hanya efektif untuk membangun otot, tetapi juga untuk meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas tubuh" kata Romi.
Selain itu, lanjut Romi, TRX juga sangat berguna bagi mereka yang sedang dalam masa pemulihan cedera.
"Bagi mereka yang pasca cedera, TRX dapat dilakukan dengan pengawasan tepat untuk mencegah cedera semakin parah. Dengan menggunakan berat badan sebagai beban, latihan ini memungkinkan otot-otot yang lemah atau terluka untuk kembali aktif tanpa risiko yang besar," ucap Romi.
TRX bukan hanya cocok untuk orang dewasa atau atlet, tetapi juga bisa dilakukan oleh remaja.
Menurut Romi, latihan ini sangat cocok untuk remaja berusia 16 hingga 17 tahun yang ingin membangun kekuatan dan kebugaran tubuh secara lebih terarah.
"Bagi usia 10 hingga 12 tahun, latihan bisa dikenalkan, tapi sebaiknya dengan intensitas yang lebih ringan, mengingat tubuh mereka masih dalam masa pertumbuhan," kata Romi lagi.
Sementara bagi orang yang sudah memasuki usia lanjut, latihan TRX tetap bermanfaat, karena seiring bertambahnya usia, otot tubuh manusia cenderung menyusut, dan bisa menyebabkan penurunan kepadatan tulang serta mobilitas yang lebih terbatas.
"Latihan beban seperti TRX sangat penting untuk membantu menjaga kepadatan tulang, meningkatkan kekuatan otot, dan menjaga kesehatan sendi serta tulang, dengan TRX seseorang bisa menjaga tubuh tetap aktif dan sehat, meski sudah memasuki usia yang lebih tua," ujar Romi.
Bagi mereka yang ingin menjaga kebugaran tubuh secara optimal, Romi merekomendasikan agar berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu.
"Jika tujuan Anda untuk membangun masa otot, latihan beban seperti TRX sangat efektif, bisa fokus pada latihan beban, dan sesekali menambahkan sesi cardio untuk meningkatkan daya tahan tubuh," kata Romi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....