Mengenal Angklung: Alat Musik Tradisional Warisan Budaya Nusantara
- 19 Jan 2026 08:28 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Angklung merupakan alat musik tradisional warisan budaya nusantara yang berasal dari Jawa Barat. Alat musik ini terbuat dari bambu dan menghasilkan bunyi yang khas.
Cara memainkan alat musik angklung cukup unik yaitu dengan cara digoyangkan menggunakan tangan. Saat digoyangkan, bambu-bambu pada angklung akan bergetar dan menghasilkan bunyi-bunyi yang berbeda sesuai nada pada angklung.
Masing-masing angklung hanya mengeluarkan satu nada tergantung pada ukurannya. Semakin besar ukuran angklung semakin rendah nada dan semakin besar pula suara yang dihasilkan.
Karena hanya menghasilkan satu nada, angklung biasanya dimainkan secara berkelompok dan akan menghasilkan suara yang berirama. Nada-nada angklung yang dimainkan secara bergantian dan bersahutan dapat membentuk melodi sebuah lagu yang indah.
Ada beberapa jenis angklung, seperti angklung pentatonis yang digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional dan angklung diatonis yang digunakan untuk memainkan lagu-lagu modern. Perbedaan jenis angklung tersebut dibedakan berdasarkan tangga nada yang digunakan untuk menghasilkan nada-nada lagu.
Pada tahun 2010, alat musik angklung diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Pengakuan ini membuat angklung semakin dikenal di dunia internasional dan semakin sering dimainkan di berbagai negara sebagai pengenalan Budaya Indonesia.
Proses pembuatan angklung juga tidak sembarangan karena memerlukan ketelitian dalam memilih dan memotong bambu, kualitas harus baik agar nantinya angklung dapat menghasilkan suara yang jernih dan layak untuk dimainkan. Biasanya keahlian ini diwariskan secara turun-temurun oleh para pengrajin, atau dipelajari dengan pendampingan dari pengrajin yang sudah profesional.
Angklung sering dimainkan dalam berbagai acara, mulai dari upacara adat, pentas seni, kegiatan sekolah, hingga perlombaan alat musik. Di sekolah, angklung dijadikan sebagai alat musik untuk melatih kerjasama, kekompakan, dan kepekaan nada. Selain itu, pemerintah dan komunitas seni aktif melestarikan angklung agar tetap dikenal oleh generasi muda. (WR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....