Work-Life Balance Jadi Prioritas Baru Pekerja Muda
- 09 Des 2025 15:28 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Dalam beberapa tahun terakhir, pekerja muda atau generasi milenial dan Gen Z mulai menjadikan work-life balance sebagai prioritas utama dalam memilih pekerjaan. Bukan lagi sekadar mengejar gaji tinggi, mereka kini lebih mempertimbangkan ruang untuk beristirahat, fleksibilitas kerja, serta kesejahteraan mental. Pergeseran nilai ini menunjukkan bagaimana pandangan terhadap karier berubah seiring perkembangan zaman.
Menurut dr. Hesti Rukmana, M.Psi, psikolog industri dan organisasi dari Universitas Padjadjaran, “Generasi muda lebih sadar bahwa keseimbangan hidup penting untuk kesehatan mental jangka panjang. Mereka tidak ingin terjebak dalam pola kerja berlebihan seperti generasi sebelumnya.” Ia menjelaskan bahwa tren ini diperkuat dengan meningkatnya kesadaran akan isu burnout di dunia kerja.
Perubahan pola pikir ini memicu banyak perusahaan menyesuaikan kebijakan mereka. Tren kerja hybrid, jam kerja fleksibel, serta fasilitas pendukung kesehatan mental semakin banyak diterapkan. Perusahaan yang tidak mampu beradaptasi berisiko kehilangan talenta muda berbakat. Selain itu, kandidat kerja kini lebih aktif menilai budaya perusahaan sebelum menerima tawaran.
Sementara itu, Rama Pradipta, seorang profesional HRD di perusahaan teknologi Jakarta, mengatakan, “Banyak kandidat muda langsung bertanya tentang fleksibilitas kerja dan cuti tambahan. Bagi mereka, waktu pribadi sama pentingnya dengan pengembangan karier.” Ia menambahkan bahwa perusahaan yang memberikan keseimbangan tersebut lebih mudah menarik talenta muda.
Work-life balance bukan lagi tren sementara, melainkan kebutuhan nyata generasi pekerja baru. Pergeseran ini mendorong lingkungan kerja menuju arah yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. Jika perusahaan mampu memenuhi ekspektasi tersebut, bukan hanya pekerja yang diuntungkan, tetapi produktivitas dan loyalitas karyawan juga akan meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....