Baladewa, Pembela Kebenaran yang Berumur Panjang
- 02 Feb 2025 21:34 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Dalam pewayangan Jawa, Baladewa adalah saudara kandung Prabu Kresna. Prabu Baladewa yang waktu mudanya bernama Kakrasana sedangkan Prabu Kresna bernama Narayana.
Keduanya putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dari permaisuri Dewi Badraini. Mereka mempunyai adik putri bernama Dewi Subadra atau Dewi Lara Ireng.
Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Nyai Sagopi, seorang swarawati keraton Mandura. Waktu muda pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara.
Menikah dengan Dewi Erawati, puteri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati atau Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putera bernama Wisata dan Wimuka.
Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tetapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir mempergunakan gada, sehingga Bima dan Duryodana berguru kepadanya.
Baladewa mempunyai dua pusaka sakti, yaitu Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Dewa Brahma/Brama. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta.
Ada yang mengatakan Baladewa sebagai titisan naga, sementara yang lainnya meyakini sebagai titisan Sanghyang Basuki, Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang.
Seusai perang Baratayuda, Baladewa menjadi pamong sekaligus penasehat Prabu Parikesit, raja negara Hastinapura setelah mangkatnya Prabu Kalimataya atau Prabu Puntadewa.
Ia bergelar Resi Balarama / Begawan Curiganata dan meninggal dengan cara moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Wresni. Demikian dituturkan oleh KRA. Ribut Carita Nagara, seorang dalang sepuh saat hadir mengisi siaran acara Jagad Pedalangan di Pro Empat RRI Semarang, Minggu (2/2/2025).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....