Industri Hijau Ramah Lingkungan Menghasilkan Produk Yang Menjadikan Industri Batam Berdaya Saing

  • 10 Okt 2023 09:20 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: “PLN Batam sebagai penyedia ketenagalistrikan utama di Kota Batam siap menyediakan pasokan listrik yang andal berasal dari energi bersih untuk Kawasan Industri,” kata Direktur Utama PLN Batam, Irwansyah dalam sambutannya pada acara Ground Breaking Kawasan Industri Tunas Prima pertengahan September lalu.

PLN Batam menghadirkan inovasi layanan khusus Smart Green Services (SGs) untuk memenuhi kebutuhan listrik berbasis energi bersih terintegrasi ke kawasan industri di Batam. Langkah ini merupakan upaya PLN menghadirkan kemudahan layanan bagi pelanggan dan menjadi bagian dari komitmen PLN Group untuk mencapai target Net Zero Emission di tahun 2060.

Ini juga merupakan langkah nyata PLN Batam terus bergerak dalam menghadapi tantangan transisi energi terutama di wilayah Batam sekaligus menjadi inisiatif PLN Batam dalam pelaksanaan program Energi Listrik Batam (EBT).

Irwansyah menjelaskan bahwa layanan khusus SGs adalah layanan penyambungan listrik yang komprehensif dengan pasokan listrik bersih dari PLTS Atap. Tidak hanya PLTS Atap, layanan ini juga dilengkapi fasilitas teknologi sistem informasi melalui IoT dan produk layanan lainnya seperti smart home atau smart office, smart meter dengan sistem manajemen energi, internet broadband, dan kamera pengawas/CCTV. Layanan ini hadir menggunakan tarif tenaga listrik untuk keperluan khusus yang tetap bersaing.

“Dulu berbagai produk layanan PLN Batam masih terpisah-pisah, sehingga menyulitkan pelanggan. Kini melalui SGs, PLN Batam menghadirkan layanan kelistrikan yang terintegrasi,” terang Irwansyah.

Hadirnya SGs ini menjawab permasalahan ketiadaan lahan pelanggan dengan pemenuhan kebutuhan energi bersih bersama di kawasan ekonomi khusus dengan memanfaatkan atap pelaku industri untuk PLTS Atap.

Saat ini ada beberapa Industri yang mulai menggunakan listrik PLTS atap yakni PT Duta Surya Sukses, PT Giken Precision Indonesia dan PT Panasonic Industrial Devices Batam. Total daya terpasang sebesar 3.057 KWp.

"PLN Batam siap memasok energi hijau bagi sektor industri. Mengingat Pulau Batam yang ukurannya tidak terlalu luas, maka PLTS atap dapat menjadi solusi bagus untuk memaksimalkan potensi tenaga surya di Batam," ungkap Irwansyah.

Selain itu sebelumnya PLN Batam juga telah memasang PLTS atap di sejumlah industri lainnya yang ada di Batam. Total daya terpasang saat ini sebesar 3.764 KWp.

Upaya yang dilakukan PLN Batam ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi Kepri.

“Pemerintah melalui Kementerian ESDM berkomitmen mendukung target net zero emission tahun 2060. Untuk mencapai target ini Pemerintah telah menetapkan beberapa program pengembangan EBT seperti mendiversifikasi sumber energi, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan mendorong energi terbarukan, termasuk PLTS terapung dan PLTS Atap,” ungkap Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Darwin.

Darwin menginformasikan bauran energi di Provinsi di Kepri saat ini diangka 14.7% dan sisanya masih didominasi pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Ia optimis target jangka panjang tahun 2050 bauran EBT di Kepri akan mencapai 54%, atau lebih dari setengah daya pembangkit.

“Memang targetnya cukup tinggi, namun melihat apa yang kita lakukan ini target 54 % tersebut, Inysa Allah dapat kita capai. Semoga COD Partial ini menjadi pilot project dan role model bagi industri lain di wilayah Batam dan Kepri agar beralih ke energi hijau yang ramah lingkungan,” harap Darwin.

Sementara itu Executive Vice Presiden (EVP) Perencanaan Strategis Pembangkitan PT PLN, Purnomo mengatakan Pulau Batam memiliki nilai yang strategis dalam perencanaan PLN.

"Pulau Batam sangat strategis, dekat dengan Negara Singapura dan Malaysia yang merupakan salah satu pusat ekonomi dan industri di Asia Tenggara. Ditambah sekarang ini industri hijau yang ramah lingkungan menghasilkan produk yang menjadikan industri Batam berdaya saing," paparnya.

Purnomo menambahkan bahwa pelaku bisnis dan industri di Batam menyambut secara positif inovasi ini, karena akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menaikkan nilai tambah produk yang dihasilkan.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Duta Surya Sukses Andreas Kusuma. Ia mengakui bahwa pemasangan PLTS atap merupakan langkah signifikan dalam mewujudkan energi bersih dan berkelanjutan.

"Melalui kesepakatan bersama ini, saya yakin dan percaya bahwa inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek namun juga menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi," ujarnya.

Dilain pihak, Head of Business Development Tunas Group, Chrispin Andreas mengatakan bahwa Kawasan Tunas Industri telah melakukan perjanjian kerjasama strategis dengan PT PLN Batam agar dapat menyalurkan listrik yang 100 persen sumbernya berasal dari energi baru terbarukan.

“Energi listrik yang disediakan dilengkapi sertifikat RECs (Renewable Energy Certificates) dimana sumber energi bersih ini nantinya akan diperoleh dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Tembesi. Dengan adanya infrastruktur energi bersih ini, artinya sejak mulai beroperasi, semua manufaktur dan tenant yang ada pada Kawasan Tunas Industri Prima sudah mencapai status Net Zero Emisson untuk emisi karbon _scoop dua,” terang Chrispin.

Kawasan Tunas Industri Prima juga akan dikembangkan dengan konsep Sustainable Future, konsep yang memadukan pengembangan infrastruktur hijau dengan EBT. Melalui dukungan dari Green A konsultan manajemen infrastuktur hijau di Kawasan Tunas Industri Prima secara komperhensif sesuai standar Green A.

“Menjadikan Kawasan Tunas Industri Prima sebagai kawasan industri pertama di Indonesia yang sedang menuju sertifikasi Green A. Mudah-mudahan langkah Kawasan Tunas Industri Prima dapat menjadi pemicu bagi seluruh pelaku industri mengambil tindakan bersama-sama untuk lingkungan dan dunia yang lebih baik serta sehat,” pungkas Chirspin.

Rekomendasi Berita