Hari Ini, 15 Tahun Lalu Jembatan Suramadu Diresmikan

  • 10 Jun 2024 20:02 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya : Hari ini 10 Juni sejarah mencatat Jembatan Suramadu penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Madura diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tepatnya pada tahun 2009. Salah satu ikon kebanggaan bagi Jawa Timur ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 5.438 meter dibangun dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Pulau Madura.

Dilansir dari wikipedia, Ground Breaking dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Desain rancangan jembatan suramadu pertama kali dicetuskan seorang insinyur sipil bernama Prof. Dr. Sedyatmo tahun pada tahun 1960-an. Sebelum direncanakan untuk dibangun, pada 1990, telah dilakukan studi kelayakan proyek jembatan di Selat Madura. Studi tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa pengembangan pulau Madura menjadi kunci utama dalam perluasan kota Surabaya. Jembatan yang kini menjadi salah satu destinasi wisata di Jatim menghabiskan biaya pembangunan sebesar 4,5 triliun rupiah.

Jembatan Suramadu yang membelah Selat Madura, terbentang dari Surabaya ke Bangkalan, kini jadi ikon wisata sekaligus kemegahan Indonesia. Kehadiran jembatan nasional itu membuat ekonomi di Madura makin hidup. 15 tahun berlalu kelebihan dan kekurangan masih dirasakan masyarakat sekitar seperti diakui Sri Yatni salah satu warga kamal yang mengaku dapat sisi positif dan negatif dari keberadaan jembatan Suramadu.

" Sekarang kalau ke Surabaya karena kerja disana bisa diakses lewat suramadu ya meski harus mutar jauh dan jarak tempuh pun bertambah tapi lebih cepat karna kalau dulu harus naik kapal penyebrangan di Tanjung perak bahkan sekarang pertumbuhan ekonomi masyarakat disekitar suramadu jadi meningkat ya memang belum semua sih tapi banggalah madura banyak dikunjungi wisatawan sekarang," ujarnya saat diwawancarai RRI Surabaya.

Lebih lanjut dikatakan Sri, harapannya tahun - tahun mendatang lebih banyak dampak positif yang didapat masyarakat sekitar. " Angka kemiskinan di madura kan masih ada dan lumayan tinggi ya harapannya pemerataan dari suramadu bisa dirasakan menyeluruh apalagi sekarang banyak kuliner dan tempat wisata di madura jadi bisa mensejahterahkan warganya," ucapnya.

Data BPS tahun menyebut jika melihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2021 -2023, empat kabupaten di Madura menduduki peringkat 10 besar terendah dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sampang rata-rata 63,44, Bangkalan rata-rata 65,05, Pamekasan rata-rata 67,11, dan Sumenep rata-rata 67,84. Bahkan, IPM seluruh kabupaten di Madura jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan IPM Jawa Timur secara keseluruhan dengan rata-rata 72,76. Hal ini berbanding terbalik dengan Kota Surabaya yang memiliki rata-rata IPM tertinggi di Jawa Timur 82,83.

Tahun demi tahun berlalu pasca diresmikan banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada keberadaan media sosial. Peran pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang merata sebagai dampak adanya jembatan suramadu ini tetap diharapkan termasuk melalu kecanggihan teknologi lewat media sosial yang ada.

Melalui media sosial keberadaan jembatan Suramadu yang banyak diakses oleh konten kreator yang menyajikan keindahan sejumlah destinasi wisatanya seperti wisata alam, ragam kuliner, kegiatan seni budaya dan olahraga bisa menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara datang dan berkunjung ke Pulau Garam ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....