Mengenal Sinus Aritmania, Gejala dan Pengobatanya
- 04 Mei 2024 12:46 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Aritmia adalah gangguan yang terjadi pada irama jantung. Penderita aritmia bisa merasakan irama jantungnya terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Namun, jika detak jantung sudah mulai terasa tidak biasa, maka bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian mendadak. Oleh karena itu langkah penanganan tetap perlu dilakukan guna mencegahnya semakin memburuk.
Sinus aritmia dapat muncul dalam bentuk sinus bradikardia dan takikardia. Sinus bradikardia ditandai dengan irama jantung yang melambat, yaitu di bawah 60 kali per menit. Sementara itu, sinus takikardia ditandai dengan irama jantung di atas 100 kali per menit. Hal ini seperti yang disampaikan dr. Edwin dari Laboratorium Biomed dan Labkesda Provinsi Banten.
Baca juga: Lakukan Empat Langkah Ini untuk Menjaga Kesehatan Mata
“Untuk normal rate atau kecepatannya berada diantara 60-100 bpm (detak per menit), untuk kondisi-kondisi tertentu bisa ditoleransi apabila kurang dari 10 atau lebih 10 dari batas tersebut, masih bisa dianggap normal,” ujarnya.
Aritmia dapat terjadi tanpa gejala apapun, seorang dokter dapat mendeteksi adanya denyut jantung yang tidak teratur selama pemeriksaan fisik dengan mendengarkan denyutnya atau dengan EKG. Faktanya, anak muda juga bisa berisiko terkena gangguan jantung dan hal ini akan menyebabkan efek buruk bagi kesehatan.
Ada beberapa gejala aritmia yang mungkin terjadi, yaitu:
• Palpitasi yaitu sensasi ketika jantung berdegup dengan kencang;
• Pukulan di dada;
• Pusing atau perasaan kepala yang enteng;
• Pingsan;
• Napas yang pendek;
• Rasa tidak nyaman di dada; dan
• Lemah atau keletihan (perasaan sangat lelah)
Guna mencegah terjadinya sinus aritmia, dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi, seperti sayuran hijau, gandum, alpukat, ikan, atau biji-bijian
“Sinus aritmia bukanlah sebuah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika sudah mengalami gejala lain yang mengganggu, seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, dan pingsan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....