Gelombang Panas dan El Nino Global: Ancaman Iklim Nyata bagi Dunia
- 10 Jul 2026 00:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fenomena El Niño yang kuat diperkirakan akan terjadi dari April-Mei 2026 hingga Mei 2027, dengan dampak puncak pada Juli-Oktober 2026, dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari satu abad terakhir.
- El Niño berkombinasi dengan perubahan iklim global dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gagal panen, dan krisis pangan di berbagai negara termasuk Indonesia.
- Indonesia perlu menyesuaikan jadwal tanam, menggunakan varietas tanaman tahan kering, dan mendiversifikasi tanaman palawija untuk mengantisipasi dampak El Niño terhadap ketahanan pangan dan ketersediaan air.
- BMKG memperingatkan bahwa El Niño akan menyebabkan musim kemarau Indonesia menjadi lebih kering dan panjang dengan risiko hidrometeorologi tinggi termasuk kekeringan dan kebakaran hutan-lahan (karhutla).
- Gelombang panas dan kekeringan akibat El Niño berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pekerja di luar ruangan.
Indonesia termasuk negara yang perlu mewaspadai dampak El Nino. Fenomena ini sering dikaitkan dengan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah, terutama selama musim kemarau.
Akibatnya, ketersediaan air untuk irigasi, konsumsi rumah tangga, dan pembangkit listrik tenaga air dapat mengalami tekanan. Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang paling sensitif terhadap perubahan pola hujan.
Kekurangan air pada musim tanam dapat menurunkan hasil produksi padi dan komoditas pangan lainnya. Jika produksi menurun, harga pangan berpotensi naik dan memengaruhi daya beli masyarakat.
Risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat ketika kondisi kering berlangsung lebih lama. Indonesia pernah mengalami dampak besar dari karhutla pada tahun-tahun El Nino kuat, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.
Di sektor kesehatan, suhu udara yang lebih panas dapat meningkatkan risiko penyakit terkait panas. Masyarakat yang bekerja di luar ruangan, seperti petani, nelayan, dan pekerja konstruksi, menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino yang mulai berkembang sejak April hingga Mei 2026 akan berakhir sekitar Mei 2027. Meski demikian, dampak paling signifikan diprediksi terjadi selama periode puncak musim kemarau pada Juli hingga Oktober 2026.
|
Selanjutnya,
Tantangan Ketahanan Pangan dan Air
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....