35 Tahun Bermitra, Rusia dan ASEAN Mantapkan Hubungan untuk Masa Depan

  • 19 Jun 2026 20:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ASEAN dan Rusia baru saja rampung menggelar KTT menandai 35 tahun kemitraan pada 17 – 18 Juni 2026 di kota Kazan.
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen negaranya memperluas kerja sama dengan ASEAN dalam berbagai sektor strategis. Mulai dari perdagangan, investasi, energi hingga teknologi nuklir.
  • KTT ASEAN-Rusia ke-35 turut mengadopsi Deklarasi Kazan 2026, Rencana Aksi Komprehensif ASEAN–Rusia 2026–2030, serta dokumen kerja sama di bidang kebudayaan dan energi.

Sementara, Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dengan Rusia untuk mendukung ketahanan energi, pangan, dan pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN. Komitmen tersebut disampaikan Menlu RI Sugiono saat menghadiri Sesi Pleno pada KTT ASEAN-Rusia ke-35, di Kazan, Rusia.

Menlu Sugiono menyebut, Rusia memiliki peran strategis sebagai salah satu produsen energi utama dunia. Utamanya, dapat membantu memperkuat ketahanan energi negara-negara ASEAN di tengah berbagai tantangan global.

"Sebagai salah satu produsen energi utama dunia, Rusia dapat menjadi mitra penting dalam memperkuat ketahanan energi ASEAN. Kita mencari kerja sama yang dapat mendiversifikasi sumber energi, memperkuat rantai pasok, dan melindungi kawasan kita dari guncangan eksternal," ujar Menlu RI yang hadir sebagai kepala delegasi RI mewakili Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Menlu Sugiono, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk mencapai swasembada energi dalam tiga tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mempercepat pengembangan energi terbarukan sekaligus menjajaki berbagai sumber energi alternatif yang tersedia.

"Indonesia berkomitmen untuk mencapai swasembada energi dalam tiga tahun ke depan. Kami mempercepat pengembangan energi terbarukan dan menjajaki seluruh opsi yang tersedia, termasuk pemanfaatan teknologi nuklir sipil secara aman dan damai," katanya memaparkan.

Menlu RI Sugiono saat menghadiri Sesi Pleno pada KTT ASEAN-Rusia ke-35, di Kazan, Rusia (Foto: Dokumentasi/ Kemlu RI)

Terkait pengembangan energi nuklir sipil, Indonesia memandang pengalaman Rusia dapat menjadi landasan kuat bagi kerja sama yang saling menguntungkan. Fokus kerja sama tersebut mencakup alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan standar keselamatan internasional yang tinggi.

Selain sektor energi, Indonesia juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang pangan. Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen utama gandum dan pupuk dunia yang dapat membantu menjaga stabilitas pasokan bagi negara-negara ASEAN.

Lebih lanjut, Menlu RI mendorong penguatan integrasi ekonomi antarkawasan melalui peningkatan konektivitas antara ASEAN dan Eurasia. Ia menilai, kerja sama ekonomi yang lebih erat akan meningkatkan ketahanan kawasan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi seluruh negara yang terlibat.

Secara khusus Menlu Sugiono menyebut, KTT ASEAN-Rusia mencerminkan semangat ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Yaitu, menekankan kerja sama inklusif, saling menguntungkan, dan penghormatan terhadap Sentralitas ASEAN.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....