Konsentrasi adalah Elemen Kunci dalam Dunia Balap Rally

  • 08 Agt 2024 10:27 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Dalam dunia balap rally, kecepatan bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan. Fokus dan konsentrasi menjadi elemen vital yang harus dimiliki setiap pembalap untuk mengatasi tantangan jalur ekstrem dan kondisi tak terduga. Kesalahan kecil akibat kurang konsentrasi dapat berakibat fatal, baik bagi pembalap maupun kendaraan mereka. Jalur rally sering kali melibatkan medan yang beragam, mulai dari jalan beraspal hingga jalur berbatu dan berlumpur. Perubahan cuaca yang mendadak juga menambah tingkat kesulitan, memaksa pembalap untuk terus beradaptasi dan menjaga fokus sepanjang lomba.

Perhelatan balap Rally Sumut putaran II yang baru-baru ini dilaksanakan di Perkebunan PT. PP Lonsum Kabupaten Serdang Bedagai menawarkan beragam medan yang sulit diatasi oleh para perelly. Pada hari pertama lomba dengan cuaca yang panas, para perelly hanya dihadapkan pada medan berbatu dan tikungan tajam. Namun, pada hari kedua, medan menjadi lebih menantang dengan kondisi hampir membunuh bagi para perelly yang tidak hati-hati dan tidak fokus. Banyak perelly mengalami kecelakaan karena malam sebelum lomba lokasi diguyur hujan, menyebabkan tanah merah berubah menjadi lumpur yang menumpuk di sepanjang lintasan.

Tikungan tajam, lintasan licin, dan berlumpur menyebabkan pembalap menghadapi tragedi yang menegangkan. Banyak mobil rally yang mengalami kerusakan. Namun, berbagai kalangan menganggap ini sebagai tantangan dan daya tarik, menjadikan rally olahraga yang diminati masyarakat.

“Semakin tajam dan berbahaya medan yang harus dilalui para pembalap maka akan semakin baik, karena memang olahraga rally ini yang dicari, disukai masyarakat juga pembalapnya, dan ini juga salah satu alasan mengapa lokasi Perkebunan Lonsum dipilih sebagai area balap rally tahun ini di Sumut,” ujar Jhon Lubis, Ketua KONI Sumut, saat ditemui RRI pada Minggu (4/8/2024).

Diketahui, pelaksanaan rally tahun 2024 di Perkebunan PT. PP Lonsum Kabupaten Serdang Bedagai merupakan yang kedua kalinya pada tahun ini. Ini merupakan persiapan untuk menghadapi kejuaraan rally dunia pada tahun 2025 mendatang. Tikungan tajam di lokasi perkebunan PT. PP Lonsum menjadi ajang pembuka bagi para pembalap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

Banyak insiden menarik yang sering dihadapi para pembalap di arena lomba. Pembalap Musa Rajeksyah, misalnya, pernah mengganti ban mobil sendiri saat perlombaan berlangsung karena mengalami pecah ban di lintasan rally. Bukan hanya itu, Harun Mustafa, Ketua IMI Sumut, juga pernah mengalami mobil terbalik hingga kaca mobil pecah saat bertanding pada bulan Juni 2024 lalu. Hal seperti ini dianggap biasa dalam perlombaan rally. Semakin menantang, semakin menarik.

Lintasan di Perkebunan PT. PP Lonsum benar-benar menguji batas kemampuan. Setiap tikungan bisa berarti kemenangan atau kecelakaan. Namun, safety rider pada setiap pembalap sudah dipersiapkan sedemikian rupa, sehingga kecil kemungkinan adanya kecelakaan yang berakibat fatal hingga kematian.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....