Sejarah RRI, dari NIROM, hingga Tri Prasetia

Foto (Dok. Ist/ forum.axishistory.com)

KBRN, Jakarta: Radio Republik Indonesia (RRI) kini berusia 75 tahun. Di usia itu, tentu lah menarik untuk bersejarah di dalamnya.

Generasi radio, pertama kali ada di Malabar Jawa Tengah. Sejak tahun 1925, atau sekitar 20 tahun sebelum ada RRI. 

Lima tahun setelah itu, terbentuk Nederland Indische Vereniging Radio Amateur (NIVERA) sebagai organisasi radio amatir milik Belanda.

Sementara stasiun radio pertama kali berdiri di Indoensia bernama BRV. BRV juga didirikan Belanda yang berlokasi di Batavia.

Selanjutnya juga ada Stasiun Radio Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM) di Jakarta.

Memasuki masa pendudukan Jepang, radio mulai dijadikan sebagai alat propaganda. Setidaknya ada 6 hingga 8 radio milik Jepang mengudara di Indonesia. 

Termasuk NIROM yang sudah diambil alih oleh pasukan Jepang pada tahun 1942. 

Radio Jepang sering memutarkan lagu Indonesia Raya yang diiringi orkes Simponi Nippon Hosyo Kanri. Tujuannya tak lain untuk mendapatkan hati dan simpati rakyat Indonesia.

Perdana Menteri Jenderal Tojo Hideki melalui siaran radio Hosyo Kanri Kyoku di Jakarta lantas mulai melarang pemutaran lagu Indonesia Raya dan lagu barat.

Lagu-lagu yang disiarkan kemudian diganti menjadi lagu Jepang. Tidak hanya itu, Jepang juga melarang aktivitas radio amatir. Itu berlangsung hingga Jepang menyerah dari sekutu sehingga angkat kaki dari Indonesia.

Setelah penjajahan Jepang, tokoh-tokoh yang dahulunya mengoperasikan radio Jepang di 8 kota yakni Jakarta, Bandung, Purwakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang mengadakan rapat di rumah Adang Kadarusman di Menteng Dalam Jakarta. 

Rapat menghasilkan keputusan tentang pendirian RRI yang dipimpin Abdulrahman Saleh. Rapat juga menghasilkan piagam 11 September 1945/Tri Prasetia RRI.

Stasiun radio NIROM lah yang kemudian menjadi cikal bakal Radio Republik Indonesia, yang kemudian menjadi dasar dari Gedung RRI sekarang.

Pada tanggal 11 september 1945 itu lah kemudian pemerintah meresmikan RRI.

RRI kemudian menjadi alat bagi pemerintah menyampaikan berita-berita kemerdekaan Indonesia. RRI pertama kali bernama “reserve” untuk bagian timur, kemudian menjadi RRI Jawah Tengah tepatnya di Yogyakarta.

Tahun 1945 sampai tahun 1966 RRI merupakan satu-satunya badan penyelenggara yang ada di Indonesia yang di tujukan untuk khalayak ramai atau umum.

Pada masa orde baru, radio swasta di terima oleh RRI untuk dapat menerima programnya sendiri, tetapi harus sesuai dengan ketentuan yang telah di terapkan oleh pemerintah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00