Video Viral Dugaan Prostitusi Anak di Tamansari, Polisi: Masih Diselidiki
- 30 Mei 2026 12:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bobby Mochammad Zulfikar menyatakan polisi masih menyelidiki video dugaan prostitusi anak yang beredar di media sosial dan menelusuri lokasi sebenarnya dalam video tersebut.
- Informan asal Jepang mengungkap dugaan aktivitas mucikari yang menawarkan jasa prostitusi di sekitar Lokasari Plaza, sementara rekaman disebut dibuat menggunakan kamera tersembunyi.
- Hardiyanto Kenneth meminta pengawasan di kawasan Tamansari diperketat serta mendesak penindakan tegas terhadap akun dan platform yang diduga memfasilitasi eksploitasi seksual anak.
RRI.CO.ID, Jakarta - Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan terkait dugaan prostitusi anak yang beredar di media sosial. Dugaan itu kembali diunggah oleh warga negara Jepang yang menyebut praktik prostitusi tersebut berada di Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.
Kapolsek Taman Sari, Kompol Bobby Mochammad Zulfikar mengatakan, kasus ini masih didalami oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya. Namun, dari hasil penelusuran sejauh ini, lorong dalam bangunan yang ada di video diduga bukan sebuah kos-kosan.
"Itu kayak hotel wisma gitu ya, tidak ada keterangan yang lain, apa itu hanya menjelaskan saja tempatnya. Pengelolanya pun tidak, tidak ada melakukan tindakan prostitusi ataupun disewakan," katany dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia mengklaim lokasi tersebut diduga tidak berada di Taman Sari, Jakarta Barat. Namun, WNA Jepang itu diduga merupakan tamu yang menginap di wisma tersebut.
"Bukan Lokasari itu, kalau di video aslinya itu bukan Lokasari. Tapi dia menyebutkannya kan Lokasari," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikirimkan salah satu WNA Jepang mengenai prostitusi anak. Disebutkan bahwa perekaman video prostitusi anak itu dilakukan menggunakan kamera tersembunyi.
Informasi tersebut menyebut para mucikari kerap menawarkan jasa di sekitar Lokasari Plaza. Waktu paling aktif bagi para mucikari menawarkan jasa esek-esek terjadi setelah pukul 20.00 WIB.
Informan asal Jepang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan alasan sejumlah pedofil Jepang datang ke kawasan Lokasari. Menurutnya, mereka datang karena banyak pekerja seks anak yang berada di kawasan tersebut.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Langkah tersebut menyusul beredarnya informasi di media sosial terkait dugaan praktik eksploitasi seksual terhadap anak.
ia menilai pengawasan terhadap hotel, apartemen, tempat hiburan malam yang menjadi tempat terjadinya eksploitasi anak perlu diperkuat. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh untuk melindungi anak dari berbagai bentuk tindak kejahatan.
Ia juga meminta akun, grup yang diduga digunakan sebagai sarana perdagangan seksual anak ditindak sesuai ketentuan hukum berlaku. Menurutnya, ruang digital tidak boleh dimanfaatkan untuk aktivitas yang membahayakan keselamatan dan masa depan anak.
''Saya meminta akun, grup, maupun platform yang menjadi sarana perdagangan seksual anak ditindak tegas. Jakarta tidak boleh menjadi ruang aman bagi predator seksual dan mafia perdagangan manusia,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....