Lebaran Tak Lagi Aman, Gelombang Pencurian di Kabupaten Sarolangun

  • 04 Mar 2026 10:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Sarolangun - Gelombang kasus pencurian rumah dan kebun kelapa sawit di Sarolangun semakin meresahkan masyarakat. Menjelang Hari Raya Idulfitri, warga khawatir meninggalkan rumah atau kebun mereka, bahkan untuk aktivitas singkat sekalipun.

Salah satu korban, Havizoh, mengaku trauma setelah rumahnya dibobol pencuri saat seluruh penghuni tertidur. “Kami sekarang selalu was-was," ujarnya kepada RRI.CO.ID, Rabu, 4 Maret 2026.

"Kalau malam sedikit saja ada suara, langsung terbangun. Sudah dua kali rumah kami dibobol."

“Apalagi menjelang Lebaran, biasanya orang sibuk belanja dan persiapan. Rasa aman itu seperti hilang.”

Havizoh menekankan perlunya peningkatan patroli dan pengawasan di wilayah Sarolangun, terutama menjelang Lebaran. Mereka berharap suasana aman dan kondusif agar ibadah dan tradisi Lebaran dapat dijalankan dengan tenang.

“Kami tidak ingin apa-apa selain rasa aman. Lebaran itu momen bahagia, jangan sampai dibayangi ketakutan,” kata warga Desa Pulau Melako, Kecamatan Bathin VIII ini.

Havizoh menilai, maraknya pencurian juga tak terlepas dari banyaknya penyalahgunaan narkoba. "Sudah jadi obrolan publik kalau narkoba sudah sangat meresahkan, bahkan ada satu bandar besar yang masih leluasa menjalankan aktivitas haramnya di Kecamatan Bathin VIII ini," ujar Havizoh.

Tak hanya rumah, kebun sawit warga juga menjadi target. Beberapa petani melaporkan kehilangan tandan buah segar (TBS) dalam jumlah besar.

Seorang warga, Harmaini, menyebut pencurian sering terjadi pada malam hingga dini hari. “Kalau satu atau dua tandan mungkin tidak terasa, tapi ini bisa puluhan," ucapnya.

"Itu hasil kerja kami berminggu-minggu. Kami berharap ada patroli rutin atau tindakan tegas terukur sebagai efek jera."

Petani sawit lainnya, Nasir mengatakan banyaknya maling membuat dirinya susah. Dirinya bahkan harus tidur di kebun jika mau kebunnya menuai hasil.

"Susan hidup banyak budak maling. Kami setiap malam harus tidur di kebun sawit, kalau tidak, tidak dapat manen," ujarnya.

Kapolda Jambi: Penanganan Laporan Masyarakat Jadi Prioritas

Menanggapi keresahan warga, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar memberikan klarifikasi dan menegaskan komitmen Polda Jambi dalam menangani kasus tersebut. “Saya akan tanyakan ke Polres Sarolangun perkembangan penanganannya" ujar Kapolda dikonfirmasi RRI.CO.ID, Rabu, 4 Maret 2026.

"Kalau ada lebih dari satu laporan juga mohon diinformasikan. Akan kami jadikan bahan analisa dan evaluasi untuk mengetahui kendala yang dihadapi," ucap Kapolda menegaskan.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Polda Jambi tidak hanya menindaklanjuti laporan pencurian, tetapi juga siap melakukan evaluasi internal terkait proses penanganan. Transparansi, dan profesionalisme jajaran kepolisian setempat.

"Bahkan ini bisa meluas kepada masalah pengawasan dan kepemimpinan di Polres Sarolangun jika ditemukan buruknya kinerja dalam pelayanan masyarakat.”

Kapolda Krisno menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan pengawasan internal untuk memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan serius. Agar kepercayaan publik terhadap institusi tetap terjaga.

Rekomendasi Berita