KPK Ajak Anak Muda Lawan Korupsi lewat Stand Up Comedy
- 10 Sep 2026 03:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KPK menggandeng komunitas komika untuk menyampaikan pesan antikorupsi melalui stand-up comedy sebagai strategi kampanye kreatif.
- Program PIC (Program Benar-Benar Komika Operasi Tangkap Tawa) ditujukan khusus untuk menjangkau anak muda yang aktif di media sosial.
- Stand-up comedy menjadi salah satu bentuk inovatif dari Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK untuk membuat isu korupsi lebih relevan dan menarik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Isu korupsi tak selalu dibicarakan lewat forum resmi, karena panggung komedi kini menjadi ruang menyuarakan keresahan anak muda. Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK) menggandeng komunitas komika untuk menyampaikan pesan antikorupsi dengan cara kreatif.
PIC Program Benar-Benar Komika Operasi Tangkap Tawa (OTT), Adi Fauzanto, menjelaskan acara ini memang ditujukan untuk anak muda. Stand up comedy ini menjadi salah satu bentuk kampanye Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK.
Sebelumnya, kampanye antikorupsi KPK banyak dilakukan lewat sosialisasi kepada pejabat, PNS, dan ASN. Pendekatannya juga lebih formal.
| Baca juga: KPK Buka Ruang Kritik lewat Stand-Up Comedy |
Kini, KPK membuka jalur partisipasi baru lewat berbagai media. Selain stand up comedy, KPK juga memakai film dan podcast.
"Kita awalnya melakukan kampanye di KPK itu dengan sosialisasi kepada pejabat, kepada PNS, ASN. Kita membuka jalan baru kepada anak muda untuk bisa menyuarakan anti korupsi, dan salah satunya yaitu stand up comedy," ujarnya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu, 9 September 2026.
Stand up comedy dipilih karena bisa menjadi sarana anak muda melihat persoalan korupsi di sekitar. Lewat materi komedi, keresahan itu diolah menjadi kritik sekaligus pesan antikorupsi.
"Di stand up comedy ini kita juga mau memberikan ruang bagi anak muda yang melihat korupsi di sekitar. Kita mau berbicara atau mendengarkan dari bahasa anak muda itu sendiri," katanya.
Program Benar-Benar Komika juga tidak hanya melibatkan komunitas di Jakarta dan Pulau Jawa. Partisipasi dibuka secara daring dan menjangkau komunitas dari berbagai daerah.
Daerah yang terlibat antara lain Samarinda, NTT, Papua, Sulawesi, dan Aceh. Jangkauan ini membuat program terasa lebih luas dan inklusif.
Pemenang Operasi Tangkap Tawa dan Monster Minggu Ini, Igen Wahang, mengetahui kompetisi tersebut dari komunitasnya. Keterlibatan komunitas menjadi pintu bagi dirinya dan komika lain untuk ikut bersuara soal korupsi.
Igen menilai membawakan isu korupsi dalam materi komedi bukan perkara mudah. Materi harus tetap kritis, tetapi tidak menyinggung pihak tertentu.
"Tantangannya yaitu ketika kita bikin materi yang cukup beresiko, gimana caranya kita mengemas itu supaya bisa diterima. Dan tentunya, tanpa membuat beberapa orang atau kalangan tertentu menjadi tersinggung dengan materi kita," katanya dalam kesempatan yang sama.
Dalam persiapan, Igen dan komika lain mendapat waktu sekitar dua pekan. Materi soal keresahan umum mengenai korupsi lalu dikembangkan menjadi lawakan dan diuji lewat open mic sebelum ditampilkan di Operasi Tangkap Tawa. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....