KPK Buka Ruang Kritik lewat Stand-Up Comedy

  • 09 Sep 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KPK meluncurkan program Benar-Benar Komika Operasi Tangkap Tawa (OTT) yang menggunakan stand up comedy sebagai medium untuk menyuarakan kritik terhadap korupsi.
  • Program ini memberikan ruang bagi komika untuk menyampaikan keresahan masyarakat tentang korupsi melalui materi komedi yang bertanggung jawab.
  • Adi Fauzanto, PIC Program Benar-Benar Komika KPK, menyatakan bahwa komedi dapat berfungsi sebagai sarana refleksi institusional dan membantu KPK memahami persoalan dari perspektif masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta — KPK membuka ruang kritik melalui stand-up comedy dalam program Benar-Benar Komika Operasi Tangkap Tawa (OTT). Program tersebut memberi kesempatan komika menyuarakan keresahan tentang korupsi melalui materi komedi yang bertanggung jawab.

PIC Program Benar-Benar Komika KPK, Adi Fauzanto, mengatakan komedi dapat menjadi sarana refleksi bagi institusinya. Menurutnya, kritik melalui komedi dapat membantu KPK melihat persoalan dari sudut pandang masyarakat.

“Stand-up comedy ini sebagai sarana reflektif bagi KPK itu sendiri, kita harus menerima kritikan itu. Terutama KPK, kita harus menerima kritikan itu dan terutama memperbaikinya,” ujar Adi saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Adi mengatakan KPK tidak memotong materi komika yang berisi kritik terhadap institusi. Kritik tetap diperbolehkan selama materi tersebut menyasar kebijakan publik, bukan individu.

“Kita tidak boleh tebal telinga, terutama KPK. Di negara demokrasi ini, institusi harus terbuka terhadap kritikan,” katanya.

KPK tetap menetapkan batasan agar kebebasan berkomedi tidak berubah menjadi serangan personal. Komika juga diminta menghindari materi yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan.

Komika Igen Wahang mengatakan penyusunan materi korupsi memiliki tantangan karena beberapa isu cukup sensitif. Komika harus mengemas materi agar kritik tetap dapat diterima tanpa menyinggung pihak tertentu.

“Sebelum tampil di OTT kita open mic dulu, itu semacam latihan. Biasanya ada teman komika yang bisa kasih input kalau materinya terlalu berisiko,” ucap Igen.

Program Benar-Benar Komika melibatkan komunitas stand-up comedy dari berbagai daerah di Indonesia. KPK membagi peserta berdasarkan wilayah barat, tengah, dan timur untuk memperluas kesempatan tampil.

Menurut Adi, komunitas daerah memiliki karakter materi berbeda berdasarkan keresahan di lingkungan masing-masing. KPK ingin menyediakan panggung bagi komika daerah yang dinilai memiliki potensi.

Program ini juga menyediakan bootcamp untuk mengembangkan persona, penulisan, dan kemampuan public speaking para komika. Peserta akan menjalani pelatihan selama tiga hari sebelum tampil pada grand final. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....