Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK, Jalani Pemeriksaan Usai OTT

  • 03 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK, Jalani Pemeriksaan Usai OTT
  • Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatra Utara.

RRI.CO.ID, Jakarta – Bupati Langkat, Syah Afandin, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pukul 14.30 WIB, Jumat 3 Juli 2026. Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatra Utara.

Berdasarkan pantauan RRI di lokasi, Syah Afandin tiba dengan pengawalan petugas KPK tanpa di turunkan di depan lobi. Ia langsung memasuki lobi belakang gedung Merah Putih tanpa memberikan keterangan kepada awak media yang telah menunggu sejak siang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kedatangan Bupati Langkat tersebut. Menurutnya, pemeriksaan lanjutan dilakukan setelah sebelumnya Syah Afandin menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan.

"Bupati Langkat. Salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 14.30 WIB," kata Budi dalam keterangannya, Jumat 3 Juli 2026.

Ia menambahkan, Syah Afandin selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyelidik KPK. "Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Budi memastikan KPK akan terus menyampaikan perkembangan penanganan perkara tersebut kepada publik. "Kawan-kawan jurnalis, kami akan update terus perkembangannya," ujarnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan tujuh orang dalam OTT yang dilakukan di Kabupaten Langkat, Binjai, dan Medan. Mereka terdiri atas satu penyelenggara negara, satu aparatur sipil negara (ASN), serta lima pihak swasta.

KPK menduga perkara tersebut berkaitan dengan suap proyek di lingkungan Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim Kabupaten Langkat. Dalam operasi tersebut, penyidik juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari fee proyek.

Selain mendalami dugaan suap proyek, KPK juga membuka kemungkinan menelusuri adanya penerimaan lain. Saat ini, enam orang lainnya yang turut diamankan masih menjalani pemeriksaan di Sumatra Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....