Ketua KPK: Integritas ASN Jadi Penentu Keberhasilan Pelayanan Publik

  • 17 Jun 2026 11:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua KPK: Integritas ASN Jadi Penentu Keberhasilan Pelayanan Publik
  • peluncuran Program Nasional Pembelajaran Integritas Berbasis E-Learning di kantor LAN, Rabu 17 Juni 2026
  • mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta mencegah praktik korupsi di lingkungan birokrasi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan integritas aparatur sipil negara (ASN) menjadi faktor utama. Terkhusus dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta mencegah praktik korupsi di lingkungan birokrasi.

Hal itu disampaikan Setyo saat peluncuran Program Nasional Pembelajaran Integritas Berbasis E-Learning di kantor LAN, Rabu 17 Juni 2026. Menurut Setyo, berbagai regulasi, sistem digital, dan reformasi birokrasi telah dibangun pemerintah.

Namun, katanya, tidak akan berjalan optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang berintegritas. "Kalau sumber daya manusianya tidak berubah attitude-nya, maka integritas tidak akan tercapai," kata Setyo di kantor LAN, Rabu, 17 Juni 2026.

Setyo menilai keberhasilan pelayanan publik pada akhirnya ditentukan oleh perilaku ASN dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Sebab, ASN berada di berbagai sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Setyo mengingatkan masih terdapat praktik-praktik yang berpotensi melahirkan tindak pidana korupsi. Seperti pungutan liar, gratifikasi, konflik kepentingan, hingga penyalahgunaan pengaruh jabatan.

"Kalau bisa diperlambat ngapain dipercepat, kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah. Pameo-pameo seperti inilah yang menurut saya harus dihilangkan," ujarnya.

Menurut Setyo, berbagai penyimpangan tersebut sering kali berawal dari kebiasaan yang dianggap sepele. Serta, kemudian berkembang menjadi budaya yang sulit dihilangkan.

Karena itu, KPK bersama LAN meluncurkan Program Nasional Pembelajaran Integritas Berbasis E-Learning. Programm ini dibuat sebagai upaya memperkuat budaya antikorupsi di kalangan ASN.

Program tersebut diharapkan dapat menjangkau jutaan ASN di seluruh Indonesia. Setyo menekankan pembelajaran integritas tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman antikorupsi.

Tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik. Setyo berharap integritas dapat menjadi bagian dari gaya hidup ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Kita berharap perilaku antikorupsi ini juga bisa menjadi sebuah lifestyle atau gaya hidup. Berani menolak, berani mengatakan tidak, dan berani menganggap sesuatu itu bukan haknya," kata Setyo.

Menurutnya, penguatan integritas ASN menjadi salah satu fondasi penting. Khususnya, dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....