Dalami Kasus Korupsi DJBC KPK Periksa Wiraswasta dan Pegawai Bea Cukai
- 09 Apr 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Korupsi Importasi Bea Cukai
- Suap Direktorat Bea Cukai
RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi terkait dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Saksi yang diperiksa yaitu Winda Lorenza Gowasa dari pihak swasta serta Salisa Asmoaji pegawai Bea Cukai.
Rencana pemeriksaan ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Kamis, 9 April 2026. "Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,” kata Budi.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KPK dalam mendalami dugaan praktik korupsi di sektor kepabeanan. Termasuk kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses pelayanan dan pengawasan.
Sebelumnya, KPK mengungkap perkara ini bermula dari dugaan permufakatan untuk mengatur jalur importasi. Sejumlah oknum pejabat DJBC diduga memanipulasi mesin agar barang milik PT Blueray Cargo tidak melalui pemeriksaan fisik.
Dengan manipulasi tersebut, barang impor diduga dapat lolos tanpa pemeriksaan ketat setelah adanya pemberian uang suap secara berkala. Dalam penyidikan kasus ini, KPK juga menemukan dugaan pengelolaan dana hasil praktik tersebut secara tersembunyi.
Para pelaku disebut menggunakan sejumlah lokasi sebagai tempat penyimpanan uang serta kendaraan operasional untuk menyimpan dana. Dari hasil Operasi Tangkap Tangan pada awal Februari 2026, KPK menyita barang bukti senilai sekitar Rp40,5 miliar.
Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Mereka adalah
- Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC
- Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC,
- Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen DJBC
- John Field selaku pemilik PT Blueray Cargo
- Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi
- Dedy Kurniawan selaku Manajer Operasional PT Blueray Cargo
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....