Stranas-PK Luncurkan E-Audit, Perangi Pengadaan Barang dan Jasa

  • 08 Des 2025 12:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemerintah meluncurkan fitur e-Audit Katalog Elektronik Versi 6 dalam memerangi korupsi di sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Sektor PBJ selama ini dikenal paling rawan dan menjadi ladang permainan mafia anggaran.

Inovasi digital yang dikembangkan Stranas-PK bersama LKPP dan BPKP, memungkinkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan pengawasan. Selain itu, audit secara real-time berbasis data transaksi elektronik yang diharapkan mampu mendeteksi indikasi kecurangan sebelum kerugian negara terjadi.

Plt Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK sekaligus Koordinator Stranas PK, Aminudin, menyebut sektor PBJ masih menjadi episentrum kejahatan korupsi. “Kita harus jujur bahwa sektor PBJ masih menjadi medan perang dalam konteks pemberantasan korupsi,” kata Aminudin di Balaikota Yogyakarta, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, modus korupsi kini semakin variatif dan beradaptasi melalui manipulasi digital. "Sistem kita sudah terdigitalisasi, tapi mereka juga pakai teknologi canggih, kita tidak boleh kalah cepat,” ujar Aminudin.

Aminudin menyebut, APIP selama ini sering diposisikan sebagai pemadam kebakaran, karena bertindak setelah kerugian negara terjadi. Karena itu, e-Audit hadir untuk memperkuat pencegahan.

Pimpinan KPK Agus Joko Pramono mengatakan e-Audit merupakan lompatan besar karena berbasis bukti digital. Beberapa fitur unggulan e-Audit V.6 antara lain:

1. Dashboard transaksi katalog terintegrasi

2. Deteksi anomali harga dan pola transaksi

3. Audit berbasis bukti digital tanpa menunggu laporan

4. Early warning system untuk mencegah kerugian negara

Platform ini dikembangkan dalam ekosistem INAPROC dan bagian implementasi Perpres No 17/2023 mengenai digitalisasi pengadaan. Dengan e-Audit, pemerintah menegaskan kesiapan memasuki perang digital melawan mafia PBJ, serta ,emutup ruang manipulasi anggaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....