Visum NR Bocor, DPR RI Minta Dalang Diungkap

  • 13 Sep 2025 10:57 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : DPR RI mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) untuk segera menuntaskan kasus kebocoran hasil visum selebgram NR di RS Bhayangkara Makassar. Kasus ini dinilai serius karena menyangkut kerahasiaan dokumen medis dan berpotensi melibatkan oknum aparat.

Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, menyatakan telah melaporkan kasus tersebut langsung kepada Kapolda Sulsel dan Dirkrimum Polda Sulsel. “Tadi saya sampaikan ke Kapolda dan Dir Krimum, bahwa ini harus cepat diproses. Dalang tersebarnya visum ini harus diungkap, tidak boleh ada pihak kebal hukum hanya karena dia aparat,” tegas Andi Amar seusai Rapat Kunjungan Kerja di Aula Mappaodang Polda Sulsel, Jumat (12/9/2025).

Menurutnya, kebocoran dokumen visum dapat meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian maupun rumah sakit milik Polri. Ia pun mendesak agar Polda Sulsel menyelidiki secara menyeluruh, termasuk atasan dan bawahan yang terlibat dalam proses visum NR.

Selain Andi Amar, sorotan juga datang dari Benny K. Harman, anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Ia mempertanyakan alasan visum yang bersifat rahasia bisa beredar di ruang publik. “Itu tidak boleh, siapa yang mengedarkan? Polisi harus bisa menjawab,” ujarnya.

Sementara itu, pihak keluarga NR melalui kuasa hukumnya, Herman Nompo, telah melayangkan somasi kepada RS Bhayangkara. Mereka menuntut permintaan maaf, audit internal, serta sanksi terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Pihak RS Bhayangkara Makassar sendiri telah menyampaikan permintaan maaf dan melakukan investigasi internal. Langkah pelaporan juga tengah diproses melalui SPKT, Unit Siber Ditkrimsus, dan Bid Propam Polda Sulsel.

Sebagai informasi, visum NR merupakan bagian dari penyelidikan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang menyeret mantan suami NR berinisial CD, seorang pengusaha kafe dan resto di Kota Makassar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....