Pimpinan Baru KPK Diharapkan Ubah Strategi Tangkap Masiku

  • 23 Des 2024 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo berharap, pimpinan baru Lembaga antirasuah mengubah strategi untuk menangkap buronan Harun Masiku. Harun sendiri merupakan tersangka dugaan suap pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024.

"KPK harus mengubah strategi mereka jika ingin Harun Masiku tertangkap. Cara-cara konvensional dengan memanggil saksi yang bisa berpotensi terjadinya polemik dan kegaduhan harus ditinggalkan," kata Yudi dalam keterangannya, Senin (23/12/2024).

"Karena selain rawan dipersepsikan politisasi atau pesanan, padahal sebenarnya pencarian buronan adalah penegakan hukum namun sebaiknya semaksimal mungkin dihindari," ujarnya. Dirinya mencontohkan kegaduhan terjadi saat KPK memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan Menkumham Yasona Laoly.

Untuk itu, ia menyarankan agar penyidik KPK fokus kepada pencarian Harun Masiku secara sunyi dan kedap. Hal ini agarpergerakan penyidik tidak bisa dibaca oleh Harun Masiku atau pihak yang diduga menyembunyikannya.

"Misal dengan melakukan penggeledahan tempat diduga persembunyian atau memantau orang orang yang diduga terkait bersembunyinya Harun Masiku. Mengawasi transaksi keuangan yang diduga aliran dana untuk membiayai persembunyian Harun Masiku," ucapnya.

Yudi meyakini,anya dengan strategi tersebut Harun Masiku bisa ditangkap walaupun sudah 5 tahun Buron. Jika tidak tertangkap, menurunya kasus ini akan menjadi beban KPK selamanya.

"Sehingga agak sulit pimpinan yang baru memulihkan kepercayaan publik kepada KPK. Sebab Harun Masiku akan selalu menjadi batu ganjalan," katanya.

Ketua KPK sendiri sebelumnya merespon soal buronan Harun Masiku yang belum tertangkap. Menurut Setyo semua orang di lembaga KPK ingin segera menangkap Harun.

“Pasti akan kami respons. Kami akan melihat perkembangannya sudah sejauh mana,” kata Setyo di Gedung Juang KPK, Jakarta yang dikutip, Senin (23/12/2024).

Setyo mengatakan, semua penyidik bahkan pejabat di lembaga antirasuah ingin menyelesaikan perkara tersebut. "Saya yakin semua orang yang menjadi pimpinan, deputi, direktur punya keinginan besar untuk menyelesaikan perkara ini,” ujarnya.

Setyo berharap, dukungan dari masyarakat selama lima tahun ke depan dalam bekerja memberantas korupsi. "Mudah-mudahan dengan dukungan semuanya kita bisa menuntaskan,” kata Setyo.

Harun Masiku diduga menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hal tersebut dilakukan agar Harun bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal.

Harun diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan. KPK mengatakan Harun berada di lokasi yang masih bisa terpantau, namun belum bisa dilakukan penangkapan.


Rekomendasi Berita