Bonang, Sepasang Gamelan yang Tak Saling Terpisahkan

  • 23 Jul 2024 05:44 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Dalam seperangkat gamelan Jawa, Bonang adalah salah satu instrument penting. Bonang memiliki banyak pencon yaitu antara 14 hingga 16 buah, yang dimulai dengan nada 1 tertinggi hingga nada 1 terendah sebanyak 3 oktaf.

Penclon-penclon ini disusun di atas penyangga dengan menempatkan pencon terkecil di ujung sebelah kanan pemain. Penclon terkecil merupakan pencon dengan nada tertinggi, berurutan hingga pencon terbesar yang juga merupakan nada terendah ditempatkan di ujung sebelah kiri pemain.

Bonang bentuk laras slendro umumnya terdiri dari 10-14 nada berbeda dengan kedudukan sama atau sejajar. Sementara itu bonang laras pelog, terdiri dari 14-18 nada yang juga diletakkan dalam kedudukan sejajar, hal ini disesuaikan dengan urutan nada pada laras atau tangga nada Degung.

Secara umum, bonang memang lebih identik dengan permainan musik tradisional di Indonesia, bagi yang menyukai gamelan, pasti sering melihat alat musik ini di beberapa acara. Namun untuk mengetahuinya lebih lanjut berikut adalah fungsi alat musik bonang yang seringkali dijadikan sebagai pengiring.

Sebagai pengiring dalam pertunjukkan seni wayang kulit, wayang golek, wayang orang atau dalam sajian karawitan Jawa.

Pengiring upacara kenegaraan yang bersifat sakral (dahulu, bonang dipakai sebagai pengiring saat perang dengan sebutan mardangga).Lalu bagaimana soal teknik memainkan alat musik bonang untuk menghasilkan suara yang indah? Alat musik ini dimainkan dengan menggunakan kayu yang telah dilapisi dengan kain atau benang pada ujungnya untuk menimbulkan suara yang ulem dan tidak berdenging .

Adapun nama macam-macam teknik memainkan alat musik bonang, teknik yang pertama adalah dengan menabuh dua nada secara bersama-sama. Teknik ini memiliki 2 macam teknik pukulan yaitu gembyang kempyang.

Pada teknik pukulan gembyang, pemain bonang memukul dua nada yang sama secara bersamaan di rentang oktaf yang berbeda. Misalnya nada rendah 2 pukul dengan nada 2 yang tinggi, atau nada 1 rendah dipukul bersama dengan nada 1 tinggi.

Sebaliknya, untuk teknik kempyung pemain bonang memukul bersamaan dua nada yang berbeda.

Teknik ke dua disebut Mipil, yaitu nada Ditabuh satu per satu, berasal dari kata pipil yang dalam bahasa Jawa memiliki arti memisahkan biji jagung satu persatu. Serupa dengan namanya, pada teknik ini yaitu memukul bonang satu persatu nada pada bagian pencon.

Pola mipil pada masing-masing jenis bonang dilakukan secara berlawanan. Misalnya ketika bonang barung dipukul menggunakan teknik mipil lombo, maka bonang penerus menggunakan teknik mipil lados.

Teknik Mipil Lombo, adalah ketika alat musik bonang barung pada irama satu, maka bonang penerus menggunakan mipil dados. Teknik Mipil Dados diaplikasikan ketika bonang barung di irama dua, sehingga bonang penerus akan memainkan pola mipil rangkep.

Pola tabuhan Mbalung adalah bonang ditabuh dengan pola menyerupai alat musik balungan. Teknik imbal-imbalan ini secara sederhana mirip dengan teknik yang digunakan pada alat musik balungan.

Pola tabuhan imbal-imbalan, dilakukan dengan memainkan sepasang alat musik bonang, yaitu bonang barung dan bonang penerus.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....