Instrumen Rebab Jawa, Fungsi dan Sejarahnya
- 26 Mei 2024 19:46 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Alat musik rebab tergolong instrumen “kordofon” yang sumber bunyinya dari dawai atau senar. Cara memainkannya dengan digesek seperti halnya alat musik biola.
Rebab berfungsi sebagai instrument penghias lagu dalam sajian karawitan jawa. Pada umumnya, masyarakat Jawa mengenai instrumen ini dalam acara adat daerah.
Meskipun alat musik ini biasa disertakan dalam konser gamelan Jawa, namun awal mulanya tidak dari Indonesia. Di mana alat musik ini ternyata pada abad ke-8 mulai menyebar luas melalui jalur-jalur perdagangan Islam.
Awalnya, alat musik rebab ini berasal dari wilayah Timur Tengah, kemudian beralih ke Persia dan India, barulah ke kepulauan nusantara. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa alat musik rebab ini adalah alat musik yang berasal dari mancanegara
Dalam perkembangannya, alat musik rebab memiliki warna yang berbeda bila dibandingkan dengan permainan dari negara asalnya. Rebab disebut sudah dilukiskan di dinding yang ada di Candi Borobudur, tepatnya sekitar abad ke-11.
Instrumen rebab jawa dibuat dari bahan kayu cendana, kemuning, sono, galih asem bahkan ada yang terbuat dari gading gajah. Memiliki rongga di bagian dalamnya berfungsi sebagai rensonator, ditutup dengan menggunakan kulit lembu yang sudah dikeringkan sebagai pengeras suara.
Umumnya, rebab ini memiliki dua ukuran, ukuran yang kecil disebut rebab kresna sedangkan yang besar baladewa. Memiliki busur sebagai alat penggesek yang lebih melengkung dibandingkan dengan biola.
Instrumen ini dipakai sebagai pembuka dalam sebuah pertunjukan kesenian gamelan dan wayang dengan bunyi yang dihasilkan cenderung lirih. Tak hanya itu, ada juga sebuah cakupan wilayah nada yang cukup luas dan dapat masuk ke dalam laras apapun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....