Sekilas tentang Proses Pembuatan Keris
- 24 Mei 2024 10:35 WIB
- Semarang
BRN, Semarang: Proses pembuatan keris diawali dengan menempa dua bilah besi wasuhan yang telah disisipi bahan pamor di tengahnya. Besi wasuhan adalah besi yang sudah ditempa berulang kali untuk membuang zat-zat pengotor.
Sedang pamor adalah logam lain yang bahannya mengikuti ketersediaan. Bahan pamor yang biasa digunakan adalah nikel dan jika tersedia, bahan pamor bisa diambil dari batu meteor.
Pamor ini nantinya berwujud corak warna terang pada permukaan keris yang berwarna gelap. Pola pamor dapat bermacam-macam, tergantung bagaimana cara empu mengolah bahan.
Bilah besi yang telah disisipi bahan pamor tersebut ditempa sampai memanjang, dilipat, ditempa lagi, dilipat, dan ditempa lagi sehingga tercipta lapisan-lapisan yang menyatu. Keris yang dibuat di masa kini umumnya memiliki 256 saton (satuan lipatan), sedang konon keris-keris pada masa lalu dibuat sampai memiliki lebih dari seribu saton.
Proses penempaan yang berulang ini memiliki dua macam fungsi, yaitu untuk membuang zat-zat pengotor pada besi dan untuk memunculkan lapisan pamor. Setelah proses melipat itu selesai, maka diambil kira-kira seperempat bagian bawah untuk kemudian ditekuk membentuk huruf U.
Bagian ini nantinya yang akan dibentuk menjadi ganja, bagian melebar yang terdapat di pangkal keris. Tiga per empat bagian sisanya dibagi dua sama besar berbentuk trapesium, kemudian sebuah baja diletakkan diantaranya.
Baja dan saton hasil olahan tadi kemudian disatukan. Hasil akhir dari proses ini dinamakan kodokan. Kodokan kemudian ditempa kembali mengikuti bentuk dasar yang diinginkan.
Hasil dari proses ini disebut calonan. Calonan kemudian ditipiskan, dikikir, dan dipahat untuk membentuk dhapur dari keris yang diinginkan.
Dhapur bisa diartikan sebagai penampilan fisik sebuah keris. Keris dapat dibagi ke dalam dua bentuk dasar yakni keris yang lurus dan keris yang berlekuk (keris luk). Dua bentuk dasar ini kemudian memiliki begitu banyak varian berdasar ricikan, yaitu perincian dari bagian-bagian sebilah keris.
Setiap dhapur memiliki identitasnya masing-masing. Misalnya dalam keris berlekuk dhapur cengkrong, keris berbentuk luk satu (satu lekukan), memiliki makna agar pemiliknya bersikap dan berwatak sederhana.
Dhapur jangkung, keris berbentuk luk tiga, bermakna dalam hidup tidak perlu khawatir karena sudah ada yang menghidupi. Harapannya agar sang pemilik dapat bersikap semeleh dan sumarah, mampu berserah diri pada Tuhan.
Dhapur jangkung, keris berbentuk luk tiga, bermakna dalam hidup tidak perlu khawatir karena sudah ada yang menghidupi. Harapannya agar sang pemilik dapat bersikap semeleh dan sumarah, mampu berserah diri pada Tuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....