Enam Kesalahan Pemula saat Hiking yang Bisa Membahayakan Pendakian

  • 02 Jun 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting untuk menunjang keselamatan saat hiking.
  • Cuaca, navigasi jalur, serta manajemen logistik perlu diperhatikan sebelum pendakian.
  • * Perlengkapan yang tepat dan rencana darurat dapat membantu mengurangi berbagai risiko di alam terbuka.

RRI.CO.ID, Jakarta - Meski terlihat menantang, mendaki gunung tetap diminati banyak pemula karena menawarkan pengalaman alam yang sulit tergantikan. Namun, antusiasme tanpa persiapan matang dapat meningkatkan risiko keselamatan selama perjalanan pendakian berlangsung.

Banyak pendaki mengira pendakian hanya membutuhkan fisik kuat dan semangat tinggi selama perjalanan menuju puncak gunung. Padahal, pemahaman mengenai grade gunung penting untuk menghindari kesalahan yang membahayakan keselamatan saat mendaki.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut 6 kesalahan umum yang sering dilakukan pendaki pemula.

1. Meremehkan Pentingnya Fisik dan Mental

Banyak pendaki pemula menganggap hiking hanya membutuhkan semangat tanpa mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara optimal. Padahal, kurangnya latihan dan kesiapan mental dapat membuat pendakian terasa lebih berat dari perkiraan.

2. Mengabaikan Laporan Cuaca

Cuaca dan musim dapat mengubah tingkat kesulitan jalur pendakian, bahkan pada gunung dengan grade rendah sekalipun. Mengabaikan prakiraan cuaca berisiko meningkatkan bahaya seperti hipotermia, jalur licin, hingga longsor.

3. Kurang Paham Jalur Pendakian

Banyak pendaki pemula belum memahami jalur dan medan yang akan dilalui selama pendakian berlangsung. Kurangnya pengetahuan navigasi dapat meningkatkan risiko tersesat dan mengganggu kenyamanan selama perjalanan.

4. Manajemen Logistik dan Air yang Buruk

Kekurangan cairan saat hiking dapat menurunkan konsentrasi, stamina, dan kemampuan tubuh dalam merespons kondisi sekitar. Selain air yang cukup, pendaki juga perlu menyiapkan makanan praktis berenergi tinggi selama perjalanan.

5. Memakai Alas Kaki dan Pakaian yang Tidak Tepat

Banyak pendaki pemula masih menggunakan alas kaki yang kurang sesuai untuk medan pendakian yang menantang. Padahal, sepatu yang tepat membantu menjaga kenyamanan, kestabilan, dan mengurangi risiko cedera.

6. Tidak Adanya Perencanaan Keadaan Darurat

Meski jalurnya relatif mudah, pendakian tetap memiliki risiko karena dilakukan di lingkungan alam terbuka. Karena itu, pendaki perlu menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga selama perjalanan.

Persiapan yang matang dapat membantu mengurangi berbagai risiko selama melakukan pendakian di alam terbuka. Dengan menghindari kesalahan tersebut, pengalaman hiking bisa menjadi lebih aman dan menyenangkan. (Agnes Claudia Ohoira).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....