Cerita Iga Mawarni Juarai Bintang Radio hingga Berkarier
- 19 Sep 2024 09:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Yogyakarta: Musisi Iga Mawarni akui bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) turut membesarkan nama dirinya sejak dulu. Hal ini ia sampaikan usai acara Ruang Rindu Spesial Yogyakarta, Rabu (18/9/2024).
"Saya itu harus mengakui RRI membesarkan saya, karena dulu waktu kecil RRI yang memberi ruang, ada kompetisi dulu 'Bintang Radio'. Dari situ saya kenal kompetisi musik sampai tingkat nasional untuk Bintang Radio dan televisi," ucapnya kepada RRI.co.id, Rabu (18/9/2024) malam.
Lewat acara 'Ruang Rindu' ini, Iga mengakui rindu manggung dari panggung ke panggung seperti dulu kala. Namun, ia tidak menampik jika saat ini dirinya lebih selektif untuk memilih lagu, dan jadwal manggung.
"Sebenarnya kalau manggungnya masih ada sesekali tapi kalau sekarang sudah lebih selektif. Ya karena satu faktor sudah terlalu nyaman sekarang, tidak semudah dulu," kata dia.
"Terus sekarang milih juga event yang memang pas atau cocok. Ruang Rindu ini momen yang bagus karena suasananya sangat nostalgic."
Saat ini ia mengakui dirinya sedang fokus bermusik dengan grup bernama '5 Wanita'. Grup itu berisikan Rieka Roeslan, Andien, Nina Tamam, Iga Mawarni, dan Yuni Shara.
"Ini juga masih dalam rangka promo juga, jadi masih ada beberapa aktivitas yang berhubungan dengan itu. Sekaligus Insya Allah kita keluarin single baru juga di momentum akhir tahun," ucapnya menuturkan.
Grup ini, kata dia, lebih concern kepada hal-hal yang positif. Misalnya menyuarakan suara perempuan, nasionalisme, keresahan negara, hingga peran dan sosok perempuan.
"Kalau lima wanita ya lima perempuan dikumpulin dengan latar belakang beda semua. Kita yakin kita mewakili wanita Indonesia, ada yang Jawa, ada Ibu Muda, ada mature lagi," kata dia.
"Lima wanita menyuarakan apa yang diresahkan perempuan dan anak Indonesia. Messagenya nasionalisme dan kebudayaan."
Iga Mawarni seorang penyanyi jazz dan penari berkebangsaan Indonesia. Perempuan yang terkenal dengan ciri khas suaranya ini lahir pada 24 Juli 1973.
Meski lahir di Bogor, tetapi Iga menghabiskan masa kecilnya di Solo. Di kota itulah, Iga mulai belajar menari.
Tiap acara Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SD, Iga menjuarai semua kategori cabang seni yang dipertandingkan. Semua hal ia lakoni, mulai dari menyanyi, marching band, olahraga, menari, dan membaca puisi Jawa (geguritan).
Prestasinya itu kemudian berlanjut hingga SMA. Pada Porseni tingkat SMA, dia mengikuti lomba menyanyi dan menari tingkat provinsi.
Beberapa tahun kemudian, Iga memperoleh juara II Bintang Radio dan Televisi Tingkat Nasional (1989). Ia juga menjadi penyanyi group musik Kolintang bersama Ingrid Cynthiani, Yashinta Sari Utami, Willem Bevers.
Mereka selalu menjuarai di berbagai festival juga predikat penyanyi terbaik yang akhirnya membawanya ke dapur rekaman. Iga pun menandatangani kontrak rekaman dengan perusahaan rekaman JK Record.
Bersama perusahaan ini, Iga telah mengeluarkan 2 album, album ramai-ramai dan kedua album berjudul Kasmaran. Lagu "Kasmaran" dalam album keduanya inilah yang membawanya menuju puncak ketenaran pada tahun 1991.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....