Permainan Gonde Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

  • 19 Agt 2024 11:43 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Permainan gonde atau kasti, merupakan permainan tradisional yang sudah dipatenkan menjadi WBTB pada 2010 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Permainan gonde populer bagi masyarakat pesisir pantai utara Kalimantan Barat.

“Bahkan mungkin juga di Hulu banyak yang tahu, namanya aja yang beda, bola gonde itu pengganti bola kasti yang dianyam dari daun kelapa muda. Kalau masa sekolah, harus ke sekolah, pinjam alat sekolah, main di lapangan sekolah. Kalau mau main di rumah, enggak mungkin mau dibawa pulang, caranya masyarakat dulu turun-temurun dari nenek moyang kita untuk mengganti bola kasti, dianyamlah daun kelapa dengan pemberat di dalamnya, bisa karet latek yang diambil dari pohon-pohon hutan, tanah liat, dibalut kain, biar ada pemberat untuk daya lempar, dan itu dimainkan sebagai pengganti bola kasti,” ujar Risan Sakirin, Kepala Bidang Organisasi KPOTI (Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia) Provinsi Kalimantan Barat saat “Ngander” di RRI Pro 4 Pontianak, Jum’at (16/8/2024).

Bola gonde sebagai miniatur dari permainan bola kasti taraf nasional, kini mulai mengalami perubahan, baik bentuk lapangan, ukuran bola maupun jumlah pemain. “Permainan kasti gonde itu pernah kita lombakan juga se-Kalimantan Barat di festival museum tahun 2023,” katanya.

Mengenai permainan bola gonde yang sudah dipatenkan oleh Kemendikbud sebagai WBTB, perlu digali serta menjadi bahan penelitian di kalangan akademisi. “Beberapa minggu lalu kawan-kawan dari Untan (Universitas Tanjungpura) bekerja sama juga dengan Ikatan Pemuda Muhammadiyah sedang melakukan riset tentang permainan gonde dan buah gonde ini. Mereka mencari narasumber utamanya kemudian bagaimana ceritanya bisa sampai ke WBTB,” ujarnya.

Istilah dalam permainan kasti seperti menangkap, memukul bola, bekap. “Permainan kasti secara nasional pasti punya standar juknis juklaknya yang sudah distandarkan. Kalau kasti gonde, kami dari KPOTI mencoba membuat juknis khusus. Permainan kasti gonde asal muasalnya dari kasti, tapi sederhana dan simpel untuk dimainkan oleh anak-anak, tidak perlu lapangan luas dan alatnya menggunakan apa yang disediakan di alam dan tidak membutuhkan banyak biaya,” ucapnya.

Baca juga : Keistimewaan Permainan dan Olahraga Tradisional

Alat yang digunakan untuk bermain permainan ini cukup menggunakan bahan yang ada di alam. Alat berupa bola gonde, pemukul, bendera dan combo’/ruang bebas (tiang kayu dari bahan sisa).

Salah satu yang menjadi dampak positif adalah, anak-anak yang giat memainkan permainan tradisional dapat memunculkan kreatifitas. Bagaimana tidak, mereka dapat mengasah imajinasi dan selalu ada solusi dalam setiap permainan.

Diawali dari ketiadaan alat, tapi mereka ingin bermain, biasanya mereka mengusahakan dengan alat lain yang serupa. Ketiadaan bola kasti/bekel mereka ganti dengan alat serupa dengan memanfaatkan latek pohon karet dan anyaman daun kelapa sebagai bolanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....