Keberadaan Suku Sunda di Perantauan
- 05 Jul 2024 21:45 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Mendengar alunan musik suling dan kecapi kita akan terbawa suasana khas pedesaan, itulah salah satu ragam seni tradisi Sunda yang masih lestari . Suku Sunda mendiami wilayah Jawabarat dan Banten dengan akar budaya agraris atau pertanian.
Namun ternyata Etnis Sunda juga ada di perantauan misalnya di Sumatera Utara. Seperti dituturkan Kang Ayi Chidmat, seorang penggiat seni Sunda di Aceh mengatakan,awal mula tahun 1900 an, masa penjajahan Belanda, banyak mendatangkan pekerja Koeli Contract (kuli kontrak) dari Jawa.
"Umumnya yang berasal dari Banten bercocok tanam, yang dari Garut dan Bandung banyak yang berprofesi administrasi pabrik ada juga pedagang," ucapnya. Kamis (27/6/2024).
Pada perkembangannya setelah masa kemerdekaan ada yang kembali ke kampung halaman. Ada yang menikah dan berketurunan seperti misalnya banyak terdapat Kampung Banten di Medan dan sekitarnya, bahkan ada nama jalan PWS (Paguyuban Wargi Sunda ) dan Jalan Pasundan.
Bahasa Sunda juga masih dapat didengar di desa Pematang Johar, Deli Serdang.
Sebagai bentuk kerinduan akan kampung halaman juga dalam pelestarian budaya leluhur di Sumatera Utara tumbuh dan berkembang seni Sunda seperti Pencak Silat,Tembang Cianjuran, Gamelan Sunda, Tari Badaya, Merak dibawah kelompok kesenian Sunda. Meski tidak sebanyak suku Jawa, ada diantaranya komunitas suku Sunda seperti Pabansu, PWS, Pasundan, AMS, PUB yang tentunya menjadi keberagaman di Sumatera Utara yang kaya akan suku, adat dan budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....