Mitos dan Fakta Disabilitas Netra

  • 29 Jun 2024 20:04 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN Bandarlampung : Bagi kebanyakan masyarakat menganggap Penyandang Disabilitas Netra mempunyai kerbatasan kemampuan untuk beraktifitas, sehingga menimbulkan anggapan keliru yang membuat mitos berkembang di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut Rifka Aprilia yang juga merupakan Penyandang Disabilitas Netra yang juga aktif sebagai ASN disalah satu Instansi Pemerintah di Lampung dan menulis blog tentang dunia disabilitas netra, yang menjelaskan banyak hal kekeliruan yang berkembang di masyarakat mengenai mitos dan fakta disabilitas netra.

“saya pernah punya pertanyaan yang paling aneh dari masyarakat diluar sana yang mungkin mereka juga tidak mengetahui, ada pertanyaan apakah ketika saya tidur mata nya melek atau merem? Saya tidak bisa melihat tapi kalau tidur ya tetap merem, meskipun pertanyaan nya aneh tapi saya tidak tersinggung ” ujar nya.

Menurut perempuan yang menyandang disabilitas dari tahun 2018 di karenakan suatu penyakit kelainan darah langka essential thrombocythemia kondisi ini yang terjadi karena adanya kelainan pada sumsum tulang belakang yang menyebabkan produksi trombosit menjadi berlebihan dan hal ini mengakibatkan sumbatan pembuluh darah kearah mata sehingga ia mengalami kebutaan. Ada banyak mitos yang berkembang yang ditanggapi dengan santai oleh nya seperti,

1.apakah pendengaran penyandang disabilitas netra lebih tajam di bandingkan dengan orang normal?

Faktanya Banyak orang yang mengira bahwa tunanetra otomatis memiliki kemampuan pendengaran yang luar biasa namun tidak demikian yang ia rasakan. Menurutnya ketika ia kehilangan salah satu indra di tubuhnya yaitu pengelihatan pastinya akan memaksimalkan indra lain nya yang ia punya salah satunya adalah pendengaran.

2. ada sebuah konten yang beredar di media social yang mengibaratkan bahwa pengelihatan disabilitas netra gelap ?

Faktanya bahwa tidak semua disabilitas netra itu pengelihatannya hilang, ada dua kategori Low Vision dan Totally blind (tidak bisa melihat sama sekali). Low vision masih memiliki sisa pengelihatan, ada yang bisa melihat dengan jarak tertentu, ada penyandang low vision bisa melihat bayangan samar objek tertentu yang tidak begitu jelas.

3. apakah penyandang disabliitas netra paling jago menginggat?

Menurut pengalaman pribadi nya, semenjak ia menyandang disabilitas ia merasa mengandalkan daya ingat untuk dapat beraktifitas seperti saat ia harus membawakan sebuah acara yang mana dahulu ia bisa membaca susunan acara dan pengisi acara namun saat ini ia hanya mengandalkan daya ingat, begitu juga dengan kegiatan sehari-hari seperti mengingat letak barang-barang di sekitarnya.

4. ada anggapan bahwa disabilitas netra gagap teknologi.

Faktanya teknologi saat ini sanggat pesat ada aplikasi screen reader (pembaca layar) yang membantu disabilitas netra menggunakan handphone dan laptop, yang dapat mengeluarkan suara yang akan membacakan semua objek yang ada di layar handphone/laptop, namun kelemahan tidak dapat membaca gambar.

Ia menekankan jangan termakan mitos dan jangan berasumsi tentang disabilitas netra, penyandang disabilitas netra juga mempunyai hak yang sama jika punya pertanyaan bisa menanyakan langsung kepada penyandang disabilitas netra sehingga mendapatkan informasi yang benar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....