Makna Yang Terkandung Dalam Permainan Tradisional Engrang

  • 29 Jun 2024 19:57 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Engrang, permainan tradisional khas Indonesia, semakin mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi simbol penting dari warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Engrang dimainkan dengan cara mengayunkan kaki untuk melompati tongkat-tongkat bambu yang disusun sejajar. Setiap pemain harus menjaga keseimbangan dan kecepatan agar tidak terjatuh. Meskipun sederhana, permainan ini memerlukan keterampilan dan ketangkasan yang cukup tinggi.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk melestarikan permainan tradisional ini adalah dengan mengadakan festival atau kompetisi secara lokal maupun nasional. Acara semacam ini tidak hanya mempertahankan eksistensi engrang di tengah arus modernisasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya nenek moyang mereka.

Dilansir dari goodnewsfromindonesia.id Afrinel Okwita dan Siska Permata Sari dalam artikelnya, "Eksistensi Permainan Tradisional Egrang pada Masyarakat Monggak Kecamatan Galang Kota Batam" menjelaskan setidaknya terdapat tiga nilai positif yang bisa dipelajari dari permainan egrang. Adapun maknai dari permainan egrang adalah:

1. Kerja Keras

Kerja keras merupakan nilai positif pertama yang terkandung dalam permainan egrang. Nilai ini berkaitan dengan proses memainkan permainan egrang yang pada dasarnya tidak mudah. Dibutuhkan keahlian dan ketangkasan dari orang yang ingin memainkan permainan tersebut. Para pemain mesti bisa menjaga keseimbangan sembari mengatur kekuatan agar bisa berjalan dengan baik ketika menggunakan egrang.

Belum lagi jika pemain tersebut mesti memainkan sebuah perlombaan yang menuntut kemampuan lebih dalam proses permainannya. Contohnya beberapa perlombaan yang sering diadakan dalam permainan egrang adalah adu cepat, saling menjatuhkan lawan, dan lainnya.

2. Keuletan

Nilai positif berikutnya yang bisa Kawan dapatkan dari permainan egrang adalah sifat keuletan. Hal ini bisa berkaitan dengan proses pembuatan egrang yang cukup rumit untuk dilakukan. Ketika membuat egrang, Kawan mesti mengumpulkan beberapa bahan terlebih dahulu, terutama bambu yang menjadi alat utama dalam permainan tersebut. Bambu yang dipilih juga tidak bisa sembarangan.

Kawan mesti menemukan bambu yang benar-benar berbentuk silinder atau utuh. Selain itu, bambu yang akan digunakan juga mesti memiliki diameter lebih kurang 10 cm. Belum lagi proses pembuatan egrang. Dibutuhkan keuletan dalam diri seseorang agar bisa membuat egrang secara sempurna. Sebab jika perhitungan dalam proses pembuatannya salah, hal tersebut akan berdampak pada egrang yang tidak maksimal untuk digunakan dalam permainan nantinya. Keuletan dalam proses pembuatan egrang inilah yang menjadi salah satu nilai positif lain yang bisa Kawan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Sportivitas

Sportivitas menjadi nilai positif terakhir yang bisa Kawan maknai dalam permainan egrang. Nilai ini biasanya berkaitan dengan perlombaan yang menggunakan permainan tradisional egrang di dalamnya. Ketika melakukan perlombaan, setiap pemain mesti memiliki sifat sportivitas di dalam diri mereka masing-masing. Tanpa adanya nilai sportivitas, proses perlombaan bisa saja tidak berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Seseorang yang tidak memiliki nilai sportivitas akan melakukan berbagai cara agar dirinya bisa memenangkan perlombaan, termasuk untuk melakukan kecurangan sekalipun. Selain itu, tanpa sifat sportivitas seseorang bisa saja tidak menerima hasil perlombaan jika dirinya kalah dalam permainan tersebut. Oleh sebab itu, sifat sportivitas dalam permainan egrang bisa menjadi nilai-nilai positif yang dapat Kawan maknai dan terapkan dalam kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....