Ki Narto Sabdo, Karya Emasnya Bermula dari Kritik
- 26 Jun 2024 09:15 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Di dalam goro-goro kemampuan seorang dalang benar-benar diuji. Semar, Gareng, Petruk, Bagong para punakawan (pengiring) kesatria muncul pada adegan ini, boleh ngomong dan melawak.
Goro-goro muncul lewat tengah malam sebagai penyegar, disitulah penonton punya banyak kesempatan untuk tertawa. Lalu iklan, penerangan tentang program pemerintah atau pesan sponsor pun ditampilkan.
Sementara Ki Narto Sabdo terbuka untuk dikritik. Menurut pengakuannya, dia bahkan lebih mengutamakan kritik-kritik yang berupa caci-maki.
Diibaratkan, kritik macam itu disimpannya dalam bokor emas. Tapi kritik yang isinya sanjungan atau pujian cukup dimasukkan ke dalam plastik saja.
Dengan bersungguh-sungguh dia mengatakan bahwa kritik bukan hanya harus diterima, bahkan sudah merupakan kebutuhan.
Sebagai dalang, ia bukannya tidak pernah kecewa, bahkan mengaku sering. Bukan karena dicela penonton, tapi karena ada kesalahan dari tenaga penabuh atau waranggono (pesinden).
Kadang juga karena kesalahannya sendiri. Misalnya lupa mengucapkan kalimat-kalimat yang sudah direncanakan sebelum naik pentas.
Hampir seluruh pelosok Nusantara sudah pernah ia jelajahi, mulai Irian Jaya hingga Lampung. Di tempat manapun dia sanggup merebut hati para peggemarnya.
Cerita wayang carangan-nya (gubahan baru) tak terbilang. Di masa hidupnya, selain mendalang iapun masih bersemangat bermain ketoprak atau wayang orang.
Kadang main ketoprak di luar kota secara gabungan, atau keliling bersama rombongan. Rupanya itu termasuk acara yang paling digemarinya.
Bahkan cerita cinta dengan istrinya, Ibu Tumini, bermula ketika main keliling Madiun.
Tentang makanan, tidak ada kesukaan yang khusus, yang lama tidak dimakannya, dia rindukan. Dia paling bisa menyesuaikan, seperti halnya dia bisa menyesuaikan seribu watak wayangnya.
Ia ingin supaya seni tradisional akrab dengan masyarakat dan kehadirannya tidak hanya sebagai hiburan tapi juga merupakan kebutuhan. Seni mempunyai peranan penting dalam pembentukan mental seseorang, untuk itu semasa hidupnya dia pernah berpesan soal keinginannya yang satu ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....