Tayub, Tarian Rakyat sejak Zaman Ramayana dan Mahabarata
- 07 Mei 2024 12:01 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang:
Menurut catatan sejarah, Tayub merupakan tarian tradisional khas Jawa Tengah diciptakan sekitar abad ke-7 Masehi. Di Jawa Barat, dasar tarian tayub hampir mirip dengan tari Jaipong, sedangkan dari daerah Jawa yang lain, tarian ini mirip dengan tari Gambyong.
Tayub dalam bahasa Jawa bermakna "ditata dimen guyub" (ditata agar rukun dan kompak). Seni tari tayub berkembang menurut daerah pertumbuhannya, seperti tayub gaya Sragen, Grobogan, Pati, Bolra Jepara untuk wilayah Jawa Tengah dan beberapa daerah di Jawa Timur seperti gaya Tuban, Malang dan Tulung agung.
Tari Tayub biasanya akan dipertunjukkan dalam acara perayaan seperti pernikahan, khitanan dan sedekah bumi. Selain itu, tarian ini juga bisa ditampilkan pada acara khusus seperti acara bersih desa, perayaan kemenangan pada pemilihan kepala desa, hingga peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam sebuah pementasan tari tayub, banyak orang yang terlibat, mulai dari penari wanita, pemusik gamelan, hingga sinden. Penari untuk pertunjukan tarian ini dapat dilakukan oleh seorang diri atau bersama-sama dengan tim tari. Umumnya, pertunjukan tari ini dilaksanakan berpasangan laki-laki dan perempuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....