Hanna Aretha Dalami Peran Raras Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Isyarat
- 02 Okt 2026 19:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Hanna Aretha yang berperan sebagai Raras dalam Film 'Empat Musim Pertiwi' mengaku mendalami cara karakter yang diperankannya berkomunikasi dalam film tersebut. Ia mengatakan, bahwa mempelajari bahasa isyarat, gestur, dan ekspresinya melalui riset Bersama Sutradara sekaligus Penulis, Kamila Andini.
“Bahasa Isyarat tersebut adalah bahasa isyarat yang tumbuh secara alami dari lingkungan Raras. Jadi kalau di sini, diwaktu Bahasa isyarat Indonesia itu dibuat oleh Komunitas Tuli,” ujar Hanna dalam acara Konferensi Pers 'Empat Musim Pertiwi' di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
Hanna mengatakan, dirinya bersama Kamila melakukan riset untuk membangun komunikasi Raras secara alami. Riset tersebut, katanya, dilakukan dengan melihat kebiasaan dan lingkungan Raras.
“Dan akhirnya pengembangan karakter dan isyarat itu kita lihat dari kebiasaan Raras. Kita lihat dari kebiasaan Raras dan lingkungannya Raras,” katanya.
Lebih lanjut, Hanna mengatakan, cara komunikasi Raras juga disesuaikan dengan interaksinya bersama ibu, teman, dan orang-orang di desa. Menurutnya, orang-orang di sekitarnya tidak mengetahui maksud komunikasi karakter tersebut.
“Raras ngomong apa, itu orang-orang di sekitar desa tidak tahu. Dan tantangan aku adalah aku harus benar-benar belajar melepaskan diriku dengan cara komunikasiku,” ujarnya.
Hanna mengatakan, dirinya harus masuk ke karakter Raras dan mengikuti cara karakter tersebut berkomunikasi. Menurutnya, hal yang dipelajari yaitu gestur tubuh dan ekspresi yang digunakan Raras.
“Dan Raras ini memiliki cara komunikasi yang memakai gestur yang sangat besar. Dan ekspresinya sangat jelas,” katanya.
Menurutnya, gestur dan ekspresi menjadi cara Raras mengutarakan perasaan serta keinginannya kepada orang lain. Hanna mengatakan, ia bahwa juga mempelajari cara Raras agar orang-orang dapat memahami maksud yang ingin disampaikan.
“Gestur tubuh, suaranya juga tidak jelas. Tapi bagaimana cara dia mengutarakan rasanya, apa yang dia mau,” ujarnya.
Hanna mengatakan, karakter Raras merupakan seorang Tuli yang tidak dapat mendengar dan bersuara. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Raras berhenti mengungkapkan sesuatu.
“Raras ini seorang Tuli, iya seorang Tuli tidak bisa mendengar, tapi dia juga tidak bisa bersuara. Tapi bukan berarti, tidak bisa ngomong atau mengungkapkan sesuatu,” katanya.
Selanjutnya, Kamila mengatakan, penggambaran para karakter dibuat membutuhkan perhatian dan penghormatan. Ia mengatakan, proses tersebut dilakukan dengan tenang untuk menyusun setiap bagian cerita.
“Ada perspektif yang berbeda bagaimana melihat semuanya dan mentranslate atau menggambarkan semua. Kekompleksan itu juga butuh kehatian, butuh penghormatan juga, butuh ketenangan juga sebenarnya,” katanya. (Nadya Syifa Syauqiyah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....