Menbud Fadli Harap Film Kepahlawanan Warnai Bioskop Indonesia
- 01 Okt 2026 23:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli berharap produksi film kepahlawanan semakin berkembang untuk memperkuat identitas bangsa dan mengenalkan nilai perjuangan kepada generasi muda.
- Film bertema kepahlawanan diharapkan mewarnai bioskop Indonesia dengan cerita menarik, sekaligus membuka peluang sineas menembus festival film internasional.
- Pemerintah mendorong rumah produksi memanfaatkan dukungan secara bertanggung jawab, memperluas ruang penayangan, serta meningkatkan kapasitas pelaku budaya melalui Manajemen Talenta Nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon berharap produksi film kepahlawanan Indonesia semakin berkembang dan mengisi layar bioskop nusantara. Harapan itu disampaikan untuk mendorong sineas mengangkat cerita pahlawan bangsa sekaligus memperluas jangkauan perfilman nasional hingga panggung internasional.
Ia menilai Indonesia memiliki kisah kepahlawanan yang dapat diolah menjadi karya sinema untuk memperkenalkan nilai perjuangan kepada masyarakat. Film bertema sejarah dan perjuangan diharapkan mampu memperkuat identitas kolektif bangsa serta menghadirkan ruang refleksi bagi generasi muda.
"Kita berharap dalam waktu dekat mendapatkan produksi dan film-film yang bisa mewarnai bioskop-bioskop Indonesia dengan narasi kepahlawanan. Ceritanya harus menarik, dan mudah-mudahan ada juga yang berangkat ke festival-festival internasional, itu yang kita tunggu," ujarnya usai Taklimat Media: Penandatanganan Kontrak Produksi Film Kepahlawanan, Graha Utama Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia berharap kesempatan produksi film kepahlawanan dapat menginspirasi sineas, produser, hingga penulis skenario untuk menggali cerita sejarah Indonesia. Menurutnya, kekayaan kisah perjuangan bangsa perlu terus diangkat melalui karya kreatif agar semakin dikenal dan diapresiasi masyarakat luas.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, dalam mengenal nilai perjuangan melalui film. Karena itu, rumah produksi diminta memanfaatkan kesempatan dengan menjalankan seluruh tahapan produksi secara kolektif, disiplin, dan bertanggung jawab.
"Kami ingin menginspirasi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, terkait nilai-nilai perjuangan bangsa melalui film. Saya juga berharap seluruh rumah produksi memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ucap Menbud Fadli.
Ia menyebut film-film yang diproduksi diharapkan segera hadir di bioskop Indonesia dengan narasi kepahlawanan dan cerita yang menarik. Selain memperkaya pilihan tontonan, karya tersebut diharapkan mampu menembus festival internasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Dukungan pemerintah terhadap produksi film kepahlawanan merupakan langkah afirmasi yang dijalankan melalui Kementerian Kebudayaan atas arahan Presiden. Menurutnya, ekosistem perfilman nasional telah berkembang, sehingga dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat karya yang mengangkat tema perjuangan bangsa.
"Kita berharap produksi film nanti bisa memperkuat identitas kolektif bangsa, sekaligus memperkuat industri perfilman nasional. Selain itu, produksi film juga diharapkan memberikan dampak dan manfaat ekonomi yang luas bagi bangsa," ujarnya.
Di sisi lain, ia menyoroti jumlah produksi film nasional yang terus berjalan, tetapi masih menghadapi keterbatasan ruang penayangan. Berdasarkan data Lembaga Sensor Film (LSF), sekitar 176 film telah menjalani penyensoran, menunjukkan aktivitas produksi yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memperluas akses penayangan dan memperkuat keberlanjutan industri perfilman nasional. Pemerintah juga menjalankan Manajemen Talenta Nasional di bidang film, musik, sastra, seni pertunjukan, dan seni rupa untuk meningkatkan kapasitas pelaku budaya Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....