Kemenbud Gandeng Sineas Produksi 19 Film Narasi Kepahlawanan

  • 01 Okt 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kebudayaan menandatangani kontrak produksi 19 film narasi kepahlawanan yang terdiri atas enam film panjang dan 13 film pendek untuk diproduksi pada 2027.
  • Menbud Fadli menyebut proses penjurian berlangsung panjang dan berharap film-film terpilih dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional serta mendukung sineas Indonesia.
  • Film kepahlawanan akan didistribusikan melalui bioskop, platform OTT, festival film internasional, hingga pemutaran di daerah dan sekolah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kisah perjuangan bangsa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menandatangani kontrak produksi 19 film narasi kepahlawanan yang dijadwalkan mulai diproduksi pada tahun 2027. Film tersebut terdiri atas 6 film panjang dan 13 film pendek yang terpilih melalui proses penjurian.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan proses penjurian terhadap puluhan film tersebut berlangsung dalam waktu panjang. Ia menilai, karya-karya terpilih berpotensi memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap sineas Indonesia.

"Di tahun depan mudah-mudahan kita akan mendapatkan film-film yang bagus sebagai bentuk afirmasi. Ini menambah kontribusi bagi ekosistem perfilman Indonesia," ujarnya saat Taklimat Media: Penandatanganan Kontrak Produksi Film Kepahlawanan, Graha Utama Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, pemutaran film-film tersebut nantinya tidak terbatas pada jaringan bioskop, tetapi juga menjangkau berbagai platform dan wilayah. Pihaknya sebagai pemilik film memiliki keleluasaan untuk memperluas akses penayangan melalui beragam saluran distribusi.

Menurutnya, film-film tersebut berpeluang ditayangkan melalui platform over-the-top (OTT), dan festival film internasional. Hingga kegiatan Festival Film Indonesia yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Sejumlah sineas dan rumah produksi bersama seluruh jajaran pejabat di Kementerian Kebudayaan usai Penandatanganan Kontrak Produksi Film Kepahlawanan, Graha Utama Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: RRI/Annisa Ramadhannia)

"Tentu diputar juga di bioskop, di platform OTT misalnya. Kemudian juga nanti di daerah-daerah, karena ini kepemilikannya adalahh pemilikan Kementerian Kemudayaan," ucapnya.

Ia menambahkan, kepemilikan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) oleh Kemenbud memungkinkan pemanfaatan film untuk berbagai kegiatan pemutaran. Dengan demikian, film narasi kepahlawanan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton sekaligus memperkenalkan kisah perjuangan bangsa melalui medium perfilman.

Daftar Kategori Film Narasi Kepahlawanan

Kategori Film Panjang

1. Kapalselam Kalibayam (Panas Dalam Film)

2. Rai (Alex Zawarda Sinema)

3. Sakura di Telawang (Travel Stories Film)

4. Rengasdengklok (Visinema Pictures)

5. Barisan Penghibur (Alenia Citra Multimedia)

6. Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama (Kun Tujuh Delapan Enam)

Kategori Film Pendek

1. Arang Kobar Juang (Sami Sami Rejeki)

2. Belantara Raya (Malayapura Films)

3. Buleun Purnama, di Nanggroe (Aries Anugerah Indah)

4. Darah Djoeang (Ekokapti Creative Productio)

5. Desing Peluru Tak Bertuan (Wijaya Solusi Bisnis)

6. Ibu Raih (Indonesia Film Produksi)

7. Jam 7 Pagi (Makassar, 1947) (Damsphere and Films)

8. Menara Terakhir (Sineman Grup Indonesia)

9. Operasi Malino: Lembar yang Hilang (Lumintu Citra Nusantara)

10. Seriboe Soedirman (Onomastika)

11. Suara Republik (Studio Sunting Imaji)

12. Timur: 1950 (Wadah Inovasi Digital)

13. Yang Tenggelam Saat Fajar (Empat Ruang Dimensi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....