Synchronize Fest 2026 Donasikan Sebagian Penjualan Tiket untuk Tanam Mangrove
- 30 Sep 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Synchronize Fest 2026 menginisiasi program Green Movement dengan fokus penanaman mangrove di Kepulauan Seribu sebagai bagian integral dari festival, bukan sekedar pelengkap.
- Festival musik tahunan ini akan diselenggarakan pada 16-18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Selatan dengan tema 'It's Not Just a Festival, It's a Movement' pada edisi ke-11.
- Program lingkungan ini menunjukkan komitmen penyelenggara Synchronize Fest untuk mengintegrasikan aksi nyata lingkungan dalam setiap penyelenggaraan festival musik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Synchronize Fest 2026 membawa program Green Movement lewat program penanaman mangrove di Kepulauan Seribu. Festival musik tahunan itu kembali mengusung tema "It's Not Just a Festival, It's a Movement" pada edisi ke-11.
Festival ini digelar pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Selatan. Green Movement menjadi bagian dari Synchronize Fest tahun ini, bukan hanya sekadar pelengkap acara.
"Bukan hanya festival, tapi juga pergerakan, kami komitmen untuk melihat pergerakan secara luar Jakarta, artinya beririsan dengan kita. Kita mengajak semua penonton ataupun penikmat musik di Synchronize untuk ikut menanam mangrove di Kepulauan Seribu," kata Direktur Synchronize Fest, David Karto, pada Konferensi Pers Synchronize Fest 2026, Rabu, 30 September 2026.
David Karto menjelaskan, Kepulauan Seribu dipilih karena menjadi wilayah terdekat dari Jakarta yang memiliki peran penting bagi ekosistem. Penyelenggara mengaku terus mempelajari manfaat mangrove dan pentingnya keberadaan ekosistem tersebut bagi lingkungan.
Program Green Movement Synchronize Fest telah dimulai sejak 2018 melalui program Water Station. Program tersebut berawal dari keresahan penyelenggara terhadap banyaknya sampah plastik yang muncul selama festival berlangsung.
Penyelenggara melihat tingginya penggunaan plastik berkaitan dengan kebutuhan penonton selama berada di festival. Penonton berada di lokasi sejak siang hingga malam sehingga kebutuhan untuk minum cukup tinggi.
"Iya, jadi, wah ini kayaknya kurang begitu baik dalam sebuah festival, kita melihat begitu banyaknya sampah plastik itu. Karena kita juga mengerti dari siang hari sampai malam hari, ya semua orang pasti haus ya," ujar David.
Kondisi tersebut kemudian mendorong penyelenggara mencari cara untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Water Station dibuat sebagai fasilitas pengisian ulang air sekaligus mengajak penonton membawa tumbler selama festival.
"Makanya kami berinisiasi, kami belajar, kami ber-research, kami bikinlah Water Station, kami menyarankan semua orang untuk membawa tumblernya. Pasti, itu adalah movement kami yang sangat kami jaga, si Water Station itu," kata David Karto
Program lingkungan lainnya adalah Upcycling Project bersama Koalisi Seni yang menjadi bagian dari rangkaian Green Movement. Plastik bekas juga diolah menjadi instalasi karya Operasi Plastik oleh Stuffo pada penyelenggaraan tahun ini.
Sementara itu, penanaman mangrove di Kepulauan Seribu menjadi salah satu pengembangan Green Movement pada Synchronize Fest 2026. Program tersebut digarap bersama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Smiling Coral, dan Greeners sebagai mitra penyelenggara.
Sebagian hasil penjualan tiket Synchronize Fest 2026 akan didonasikan untuk program penanaman mangrove tersebut. Pembelian tiket ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan lingkungan yang dijalankan oleh pihak Synchronize Fest. (Nikita Yunistia Maryam)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....