'Constelaciones Vivas' Kenalkan Keberagaman Amerika Latin lewat Fotografi

  • 17 Sep 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Karya sembilan fotografer memperkenalkan Amerika Latin melalui pengalaman dan sudut pandang personal.
  • Museum menjadi ruang untuk mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif budaya berbeda.
  • Pameran membuka percakapan dan memperkuat hubungan budaya Indonesia dengan sembilan negara Amerika Latin.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Museum Cagar dan Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin mengatakan pameran fotografi Constelaciones Vivas membuka perspektif baru. Menurutnya, pameran tersebut memperkenalkan keberagaman Amerika Latin melalui pengalaman dan sudut pandang sembilan fotografer.

Pameran tersebut menghadirkan karya fotografi dari sembilan negara, sehingga pengunjung dapat mengenali kawasan melalui pilihan momen para fotografer. Setiap karya menampilkan pengalaman berbeda, sekaligus memperlihatkan kehidupan sehari-hari Amerika Latin berdasarkan sudut pandang pembuatnya.

"Kita mendapatkan lebih satu gambaran mengenai Amerika Latin melalui karya fotografer yang mengalami kehidupan kawasan tersebut secara langsung. Publik juga memiliki kesempatan memahami Amerika Latin melalui pengalaman orang-orang yang telah melihat dan menjalaninya secara langsung," katanya saat peresmian fotografi Constelaciones Vivas: Stories and Identity of Latin America, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 17 September 2026.

Pameran ini juga membuka ruang percakapan, rasa ingin tahu, serta kesempatan memahami kebudayaan lain melalui karya fotografi publik. Pengalaman tersebut membuat pengunjung dapat melihat keberagaman kawasan melalui cerita visual yang secara dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Ia menilai museum tidak sekadar menjadi ruang pamer, tetapi juga tempat mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan beragam perspektif budaya. Menurutnya, pertemuan berbagai budaya dalam satu ruang dapat memperluas cara pandang masyarakat terhadap pengalaman kehidupan negara lain sangat.

"Ketika berbagai budaya hadir dalam ruang yang sama, museum menjadi tempat untuk saling melihat, belajar, dan memahami bersama-sama lebih luas. Pertemuan budaya juga dapat memperkuat hubungan antarmanusia melalui pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman yang tumbuh secara bersama," ujarnya.

Pameran Constellaciones Vivas turut melibatkan institusi budaya dan fotografer dari Uruguay, Argentina, Kolombia, Kosta Rika, hingga Peru. Kehadiran sembilan negara tersebut memperlihatkan bahwa hubungan budaya dapat berkembang melalui perjumpaan manusia dan berbagai karya seni.

Ia berharap pameran Constellaciones Vivas memperluas pengetahuan publik Indonesia mengenai keragaman budaya dan pengalaman masyarakat Amerika Latin kawasan tersebut. Pameran ini diharapkan menjadi ruang pertemuan yang membuka percakapan baru serta memperkuat hubungan budaya antarnegara peserta antara negara.

"Semoga Constellaciones Vivas menjadi ruang perjumpaan yang memperluas pengetahuan, membuka percakapan, dan mendekatkan masyarakat Indonesia kepada Amerika Latin. Kami berharap pameran ini menginspirasi publik sekaligus memperkuat hubungan budaya melalui pertemuan dan pemahaman lintas negara secara langsung," katanya.

Sebagai informasi, pameran kedua Constelaciones Vivas dapat dikunjungi publik mulai 18 September hingga 11 Oktober 2026. Pengunjung dapat melakukan registrasi dan membeli tiket secara langsung di Galeri Nasional Indonesia atau secara daring melalui aplikasi Traveloka dan Tiket.com.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....